Kesamben Banjir, Ratusan Warga Terdampak, Puluhan Mengungsi

Kesamben Banjir, Ratusan Warga Terdampak, Puluhan Mengungsi
Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, memberikan keterangan terkait penanganan banjir di Kecamatan Kesamben. (agung/sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Banjir akibat luapan Avfour Watudakon yang melanda wilayah Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, masih merendam permukiman dan memaksa sebagian warga mengungsi ke fasilitas umum maupun rumah kerabat.

Baca Juga :Kompensasi sudah Tuntas, Pelaksana Proyek Perluasan Pabrik tetap Terusik

Plt Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, mengungkapkan bahwa total warga terdampak banjir di Dusun Beluk mencapai 600 jiwa. Sebanyak 55 orang di antaranya mengungsi ke fasilitas pendidikan dan rumah keluarga.

Read More

Sementara itu, di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, terdapat 350 jiwa terdampak banjir, dengan 84 orang mengungsi ke gedung TPQ atau rumah kerabat terdekat.

Baca Juga :Pemerataan Pendidikan di Papua Jadi Sorotan, Jumlah Guru Pengajar Masih Kurang

“Langkah-langkah darurat sudah kami lakukan, termasuk menyiapkan posko darurat, melengkapi fasilitas kesehatan, menyediakan tandon air bersih, dan suplai truk tangki air. Untuk kebutuhan makan, kami sediakan tiga kali sehari,” ujar Wiku, Selasa (10/12/2024).

Selain itu, Wiku menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan skenario evakuasi jika hujan deras terus mengguyur, mengingat curah hujan di wilayah hulu sulit diprediksi.

Baca Juga :Saksi Kasus Pelajar Melahirkan di Kamar Mandi Diperiksa, Kanit PPA Polres Tulungagung Telusuri Ayah Biologis Bayi

Bantuan juga didistribusikan secara bertahap oleh Tagana dan relawan guna memastikan kebutuhan dasar warga, termasuk pangan dan sanitasi, tetap terpenuhi.

“Kami juga menyiapkan fasilitas sanitasi darurat seperti ponten untuk keperluan mandi dan buang air. Warga bisa mengakses air bersih di beberapa titik yang sudah kami siapkan,” jelasnya.

Baca Juga :Ratusan Peserta PPPK Ikuti Seleksi di Kota Malang, Ini Penjelasan BKPSDM Kota Blitar

Sejauh ini menurut Wiku, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani luapan air dari Afvoer Watudakon, yang menjadi penyebab utama banjir.

“Yang jelas, kami bergerak cepat agar warga bisa kembali beraktivitas normal. Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat berat bagi masyarakat,” pungkas Wiku.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *