NGANJUK, SEJAHTERA.CO – Pabrik NB (New Balance) Sukses Abadi Indonesia (SAI) di Desa Gondangkulon, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, sedang dalam proses perluasan.
Proyek perluasan pabrik yang didgadang bisa membuka lapangan kerja baru bagi warga itu dikerjakan oleh pihak ketiga sebagai kontraktor pelaksana.
Menurut sumber yang kompeten namun tidak ingin disebutkan namanya, pihak ketiga telah melaksanakan proyek sesuai ketentuan sejak 02 Desember 2024.
“Mulai dari perizinan, sosialisasi, hingga memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak,” jelasnya, Selasa (10/12/2024).
Informasi diperoleh, terdapat tiga rumah warga yang lokasinya berdekatan dengan proyek dan sudah menerima kompensasi sebesar Rp 6 juta sesuai permintaan mereka.
BACA JUGA : Pemerataan Pendidikan di Papua Jadi Sorotan, Jumlah Guru Pengajar Masih Kurang
Selain itu, pihak perusahaan juga telah memberikan kesempatan kepada warta terdampak untuk bekerja sebagai penjaga malam ataupun pekerjaan lain di sana.
Meski demikian, pihak ketika mengaku masih ada saja beberapa persoalan yang mengakibatkan konflik antara warga dan pelaksana proyek.
“Warga mengganggu kenyamanan pekerja proyek, mencari-cari kesalahan, hingga mengatur jalannya proyek,” tambah sumber tersebut.
Termasuk protes terhadap akses jalan, meskipun jalan tersebut adalah milik Perhutani yang sudah disewa proyek dan diperbaiki jika terjadi kerusakan.
“Jalan masuk ke proyek adalah milik Perhutani yang telah kami sewa mulai 3 Desember 2024 selama dua tahun. Warga tidak berhak mengatur kegiatan kami karena jalan tersebut milik Perhutani,” tuturnya.
BACA JUGA : Terbukti Manipulasi Proyek Fiktif, Kades Slahung Ponorogo Dijebloskan Rutan, ini Jumlah Kerugian Negara
Sementara itu Kapolsek Gondang, AKP Roni Andreas Suharto, menyatakan, “Pengerjaan proyek sudah sesui dengan prosedur, dan jika ada yang mengganggu jalanya proyek akan kami tindak tergas,” terang AKP Roni.
Sementara itu, Kepala Desa Gondang Kulon, Sugiarto, mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan agar investor tertarik berinvestasi di Kabupaten Nganjuk.
“Kita harus saling menjaga agar para investor datang berinvestasi di Kabupaten Nganjuk,” ujar Sugiarto.
Sumber : SRTV
Editor : Irwan Maftuhin



















