Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebagian orang memiliki kesenangan atau candu belajar karena haus ilmu pengetahuan. Hal inilah yang juga dirasakan oleh Rifaldi Gunawan. Karena itu baru-baru ini, dia mewakili Kabupaten Tulungagung pada Olimpiade Biologi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Rifaldi Gunawan yang saat ini tengah berusia 17 tahun dan mengenyam pendidikan pada salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tulungagung yakni Ponpes Al – Azhar.
Pelajar asal Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ini memang tergila-gila dengan ilmu pengetahuan terutama terhadap mapel yang baru baginya.
Hasilnya, Rifaldi sendiri mampu menguasai setiap mapel, tapi yang paling disenangi adalah mapel Biologi, dia memiliki rasa ingin tau pada pelajaran tersebut.
Karena gemar mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam, Rifaldi terpilih menjadi salah satu wakil Kabupaten Tulungagung dalam ajang Olimpiade Biologi di kancah Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah saya kepilih jadi perwakilan dari Tulungagung untuk ikut Olimpiade Biologi di kancah Provinsi Jawa Timur,” kata Rifaldi Gunawan, Minggu (11/2/2024).
Namun, siapa sangka jika sebenarnya Biologi justru bukan mapel kesukaan Rifaldi. Baginya, hal itu bukanlah persoalan lantaran pada dasarnya, Rifaldi sendiri memang suka belajar, sehingga tetap menggali ilmu Biologi untuk memuaskan hasratnya dalam belajar.
Rifaldi tidak menyangka jika dirinya berhasil lolos jadi perwakilan Kabupaten Tulungagung pada ajang Olimpiade Biologi yang digelar bagi seluruh pelajar se-Jawa Timur itu. Selama persiapan di Olimpiade Biologi itu, tidak ada hal lain yang dilakukan Rifaldi selain belajar.
“Persiapannya mungkin cuma belajar saja, belajar dari materi atau latihan soal, atau kalau mentok bimbingan dengan guru pembimbing saya,” ungkapnya.
Proses yang dijalani Rifaldi tidaklah semudah yang dibayangkan, dia mendapatkan kendala pada buku pelajaran untuk menunjang proses belajarnya. Untuk mengatasi kendala itu, terkadang Rifaldi menggunakan kecanggihan teknologi yakni Internet untuk mencari bahan pembelajaran.
Dalam belajar, menurutnya yang terpenting adalah sering menjalin komunikasi dengan guru pembimbingnya untuk memberikan arahan baginya selama menimba ilmu.
“Apalagi kalau belajar di rumah, pasti selalu ada hambatannya karena jauh dari guru pembimbing saya, kalau dipondok sewaktu-waktu masih bisa berkoordinasi,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















