KH Abdul Aziz Khoiri Wafat, Ratusan Pelayat Antar ke Peristirahatan Terakhir di Lamongan

Ratusan Masyarakat Lamongan mengantar kepergian Kiai Abdul Aziz Khoiri ke peristirahat akhir ke makam Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan Kota.
Ratusan Masyarakat Lamongan mengantar kepergian Kiai Abdul Aziz Khoiri ke peristirahat akhir ke makam Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan Kota.(foto: suprapto)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Lamongan. Ratusan pelayat, mulai dari keluarga, santri, hingga masyarakat setempat, berbondong-bondong mengantarkan KH Abdul Aziz Khoiri ke tempat peristirahatan terakhirnya, Jumat (26/6/2026).

Baca juga:Lamongan Jadi Tuah Rumah Kejurprov Biliar Jatim X 2026, Diikuti 197 Atlet, Siap Cetak Atlet Berprestasi

Ulama kharismatik yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma’ruf Lamongan itu wafat dalam usia 85 tahun sekitar pukul 09.30 WIB. Sejak pagi, rumah duka yang berlokasi di Lingkungan Kranggan, Gang Ababil, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, terus didatangi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Read More

Jenazah Kiai Aziz disalatkan di Masjid Agung Lamongan selepas salat Asar sebelum diberangkatkan menuju pemakaman umum setempat. Ratusan warga dan santri tampak memadati area makam. Lantunan zikir dan ayat-ayat suci Al-Qur’an, termasuk Surah Al-Ikhlas, berkumandang khusyuk mengiringi saat jenazah perlahan diturunkan ke liang lahad.

Para pelayat berdesakan, saling membantu, dan berusaha mendekat guna memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai ulama sederhana, istiqamah, dan penuh keteladanan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Lamongan.

Kiai Aziz lahir di Desa Tanggungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, pada 21 April 1941, dari pasangan KH Ahmad Khoiri dan Nyai Kasni. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan diri sepenuhnya untuk dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan generasi muda melalui Pondok Pesantren Al-Ma’ruf.

Selain aktif di dunia pendidikan dan dakwah, Kiai Aziz juga dikenal berkiprah dalam organisasi keagamaan dan politik. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Lamongan serta menjadi anggota DPRD Lamongan pada periode 1971 hingga 2000.

Selain itu, Kiai Aziz juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan selama tiga periode, mulai 2012 hingga masa khidmat yang seharusnya berakhir pada 2027.

Baca juga: Spesialis Curi Ponsel Sopir di Lamongan Dibekuk, Polisi Amankan 30 Handphone

Putra ketujuh almarhum, Muhammad Chusnul atau Gus Chusnul, menceritakan bahwa kondisi sang ayah sempat membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 1 Muharam. Namun, kesehatannya kembali menurun pada Kamis siang sebelum akhirnya wafat pada Jumat pagi.

Gus Chusnul mengenang adanya isyarat tak biasa dari sang ayah yang terus-menerus menanyakan hari Jumat sejak Selasa.

“Beberapa hari terakhir beliau terus bertanya kapan hari Jumat. Itu mulai hari Selasa. Mungkin karena biasanya beliau selalu menunaikan salat Jumat,” tuturnya.

Sebelum berpulang, Kiai Aziz sempat meninggalkan pesan mendalam bagi keluarga besar, terutama anak-anaknya, untuk selalu menjaga kerukunan dan kebersamaan.

“Beliau berpesan agar anak-anak tetap rukun. Bahkan sempat membahas rencana rapat keluarga untuk mengatur jadwal menjaga beliau di rumah setelah pulang dari rumah sakit,” pungkas Gus Chusnul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *