Blitar, SEJAHTERA.CO – Kreativitas ditunjukkan Kheni Juraida. Perempuan asal Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar getol membuat karangan bunga dengan berbagai motif.
Memasuki rumah sederhana menghadap ke barat pandangan langsung disambut buket cantik berbagai ukuran. Buket ditata berjejer. Ada yang pernak perniknya uang adapula coklat adapula boneka mungil. Buket itu pun menarik pandangan mata.
Ya itulah buah karya tangan Kheni Juraida. Perempuan kelahiran 26 silam itulah di balik karya kreatif buket dengan berbagai tema. Kreativitasnya dalam merangkai bunga dan aksesori itu menjadi ladang bisnis sendiri.
Sehingga mampu menjadi pundi-pundi pendapatan. “Alhamdulillah, bisa menghasilkan. Bisnis ini prospektif dengan syarat kreatif,” katanya.
Dia mengatakan, memulai bisnis buketnya masih terhitung beberapa tahun. Tepatnya pada 2021 lalu. Saat itu buket tengah booming di luar negeri. Apalagi dirinya juga gandrung dengan film drama.
Nah, karena penasaran iseng dengan membuat buket. Awalnya hanya untuk koleksi. Bahkan tak ada keahlian khusus, hanya sekadar otodidak.
“Belajar juga dari tayangan film dan YouTube. Kok unik gitu, akhirnya mencoba membuat sendiri,” kata ibu 1 anak ini.
Tak disangka berawal dari keisengannya itu, banyak yang penasaran. Pasalnya buketnya kerap dibuat status di media sosial.
Karena itulah banyak rekan dan koleganya minta dibuatkan buket. Kali pertama adalah teman-teman kenalannya. Tetapi lama kelamaan menyebar dari mulut ke mulut.
“Saya unggah di medsos ternyata banyak yang suka. Dari situlah akhirnya telanjur menjadi bisnis seperti saat ini,” katanya.
Untuk membuat buket tak sulit. Kali pertama adalah menentukan tema. Biasanya tema disesuaikan dengan tema hari atau momen tertentu.
Seperti hari guru, ulang tahun, wisuda hingga perayaan Natal dan hari bersejarah lainnya.
Setelah tema sudah ada, tinggal membuat aksesorinya. Untuk Natal biasanya ada pohon Natal, pernik-pernik Sinterklas, uang dan lain sebagainya.
“Bisa juga cokelat. Biasanya cokelat ketika hari kasih sayang atau valentine,” katanya.
Pada Natal 2023 lalu misalnya, dirinya mendapat pesanan hingga 30 buket. Ada yang pesan dan diambil pemesannya ada pula yang dikirimkan melalui paket.
Untuk buket yang dikirimkan lewat jasa pengiriman paket, biasanya uang yang dihias hanya uang mainan. Jika uang asli khawatir amblas.
“Pernah kejadian, makanya kalau dikirim via paket, uang hiasannya tidak asli, uang mainan,” katanya.
Para pemesannya tak hanya dari Blitar saja. Ada pula dari Malang, Surabaya, Kediri hingga luar Jawa. Untuk harga jasa biasanya tergantung ukuran dan tingkat kesulitan buket. Rata-rata Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu.
Itu untuk berlaku bagi pemesan dengan membawa bahan baku sendiri. Sementara jika buket total, mulai bahan dan jasa pembuatan mulai Rp 200 lebih. Untuk membuat buket, hanya membutuhkan waktu 30 menit.
“Sekaligus memanfaatkan waktu luang. Bisa menjadi sumber pendapatan keluarga,” pungkasnya.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi



















