Kiprah Peltu Bambang Purwanto, Anggota TNI AD, Pemelihara Hampir Setengah Juta Ekor Domba, Ini Kisahnya

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Menggembala atau angon kambing (domba), sepertinya tidak harus anak desa seperti dulu. Kini, angon domba bahkan dilakukan oleh anggota TNI AD aktif di Ponorogo dan jumlahnya juga tidak main-main, mencapai hampir setengah juta ekor. Berikut kisahnya…

 

Anggotas TNI AD aftif ini bernama Peltu Bambang Purwanto, Prajurit anggota Minvetcad 02/Ponorogo. Kiprahnya patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, anggota TNI AD ini memiliki ratusan domba peliharaan di rumahnya di Desa Suren, Kecamatan Mlarak.

Read More

Bahkan kegiatan Peltu Bambang Purwanto saat menggembalakan ratusan domba miliknya di hutan sekitar kediamannya viral dunia maya.

 

“Tidak banyak yang tahu, tapi setelah di videokan terus viral di dunia maya,” ungkap Bambang.

Bambang mengatakan awal mula dirinya memiliki ratusan domba tersebut berawal dari hobinya yang suka berternak. Saat itu dirinya hanya memelihara sebanyak 70 domba.

Seiring berjalannya waktu, domba-domba itu semakin bertambah banyak. Hingga empat tahun berjalan ini, domba peliharaannya ini, sudah sebanyak 450 ekor.

 

“Karena berkembang biak dari 70 awalnya saat ini mencapai 450 ekor,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk merawat dan memelihara ratusan domba miliknya, ia dibantu oleh 4 orang, yang merupakan tetangganya sendiri.

Tugas mereka pun bermacam-macam, mulai dari membersihkan kandang, memberi susu untuk domba-domba kecil atau baru lahir, hingga menggembala ratusan domba itu ke hutan.

 

“Setiap hari selalu digiring ke hutan untuk digembalakan” katanya.

Bambang menyebut dirinya dulu pernah hanya memberi makan domba-domba itu di kandang, namun ternyata tidak kenyang. Akhirnya, memutuskan menggembalakan domba-domba itu ke hutan, yang makannya tersedia dan banyak.

Setelah digembalakan ke hutan itu, ternyata asupan makanan untuk domba pun bisa tercukupi.

 

“Pernah dicarikan rumput satu mobil pikap, tapi ternyata belum kenyang. Ya akhirnya digembalakan ke hutan yang banyak makanannya,” katanya.

Biasanya, ratusan domba yang digembalakan di hutan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian digembala untuk dikembalikan ke kandang pukul 16.00 WIB. Butuh waktu sekitar 30 menit, untuk berangkat dari kandang ke hutan maupun sebaliknya.

 

“Ya kalau lepas tugas seperti hari Sabtu dan Minggu, ya ikut menggembala domba-domba ini ke hutan. Kalau pas hari kerja ya lepas tugas baru ke kandang,” pungkasnya.

Reporter : Sony Dwi Prastyo

Editor : Dhita Septiadharma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *