Jakarta, SEJAHTERA.CO – Tim Persik Kediri atau Macan Putih, kebanggaan warga Kediri Raya, beberapa pekan terakhir tampil negatif.
Sejumlah laga yang dijalani Persik Kediri tidak membuah hasil yang maksimal, sehingga posisinya klasemen sementara BRI Liga 1, terus merosot.
Pada pekan ke -22, Persik Kediri yang mengantongi 32 poin, optimistis mampu menembus peringkat 5 besar musim 2024/2025.
Ketika Persik Kediri bertamu ke Indomilk Arena, kandang Persita Tangerang Februari 2025. Kedua tim saat itu sama-sama mengantongi 32 poin.
Baca Juga :Diduga Terlibat Perang Sarung, Belasan Remaja di Ponorogo Terjaring Razia
Namun ternyata, performa Persik Kediri tidak kunjung bankit, ditambah dengan sejumlah pemain andalannya gagal tampil, karena akumulasi kartu dan cedera.
Persik Kediri yang saat itu sudah di posisi 6 klasemen sementara, keberadaannya terus merosot dan kini di posisi 11 dengan 34 poin.
Selain performa yang merosot, kandang Persik Kediri, Stadion Brawijaya juga menjadi sorotan, karena dinilai tidak layak untuk menggelar ajang sekelas BRI Liga 1.
Ketika laga kontra PSS Sleman, air di Stadion Brawijaya yang menggenang membuat kedua tim, baik PSS Sleman maupun Persik Kediri, kesulitan mengembangkan permainan.
Pelatih PSS Sleman Mazola Junior, mengeluhkan kondisi lapangan yang banjir bak kubangan sehingga tidak dapat berkomentar banyak tentang jalannya pertandingan.
Baca Juga :Puluhan Pasangan Kumpul Kebo di Kos Lowokwaru Malang Digerebek, Ada yang Open BO
“Saya susah untuk mengomentari jalannya pertandingan. Jika Liga Indonesia ingin menjadi liga terbaik di Asia Tenggara, harusnya tidak diizinkan bermain dengan situasi lapangan seperti ini,” ujar Mazola Junior pada wawancara pasca pertandingan, di Ruang Konferensi Pers Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (19/1/2025).
“Kami hargai Persik Kediri tuan rumah pertandingan. Namun kondisi lapangan seperti ini sudah tidak bisa memainkan pertandingan Liga 1 lagi. Harusnya ini sudah diganti,” ujarnya.
“Permainan menjadi sulit dan tidak bisa berkembang karena bermain di atas air. Padahal permainan kami bermain bola dari kaki ke kaki,” sambung Mazola.
Selanjutnya, saat Persik Kediri menghadapi Persis Solo, Jumat (14/2/2025, lampu Stadion Brawijaya Kota Kediri padam. Akibat lampu padam membuat pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Baca Juga :Stadion Brawijaya Bermasalah, Persik Kediri Bakal Pindah Home Base di Sisa Pertandingan Liga 1
Karena kondisi lapangan juga, Persik Kediri juga berancana pindah home base. Lokasi yang diincarnya adalah Stadion Delta Sidorajo.
Kabar terakhir yang juga tidak mengenakkan, sesuai Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, 21 Februari 2025, Persik Kediri kena denda Rp 25 juta
Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri pada laga Kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 dinilai melanggar. Saat itu Persik Kediri melawan Persis Solo pada 14 Februari 2025.
Jenis pelanggarannya, gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persis Solo ke Kediri sehingga Persik Kediri denda Rp 25.000.000.
Berikut Hasil Sidang Komite PSSI 21 Februari 2025 Selengkapnya:
2. Klub Persis Solo
– Nama Kompetisi: BRI Liga 1 2024/2025
– Pertandingan: Persik Kediri vs Persis Solo
– Tanggal Kejadian: 14 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: adanya suporter Persis Solo sebagai suporter klub tamu yang hadir dalam pertandingan
– Hukuman: denda Rp 25.000.000
3. Sdr. Muhammad Bimasakti Andiko (pemain Tim Persela Lamongan)
– Nama Kompetisi: Pegadaian Liga 2 2024/2025
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Persijap Jepara
– Tanggal Kejadian: 18 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: melakukan pelanggaran serius bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung
– Hukuman: tambahan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan; denda Rp 5.000.000
4. Panitia Pelaksana Pertandingan Persela Lamongan
– Nama Kompetisi: Pegadaian Liga 2 2024/2025
– Pertandingan: Persela Lamongan vs Persijap Jepara
– Tanggal Kejadian: 18 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: terjadi penyalaan flare dalam jumlah banyak, penonton masuk ke area lapangan pertandingan, pelemparan batu dan botol mineral, serta melakukan perusakan fasilitas stadion dan pembakaran yang mengakibatkan pertandingan terhenti
– Hukuman: dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2025/2026; denda Rp.110.000.000,-
5. Tim PSDS
– Nama Kompetisi: PNM Liga Nusantara 2024/2025
– Pertandingan: PSDS vs Persikab Kab Bandung
– Tanggal Kejadian: 17 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: dalam pertandingan tersebut ada 5 orang pemain yang mendapatkan kartu kuning
– Hukuman: denda Rp.12.500.000,-
Baca Juga :Pemkab Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Sound System untuk Bangunkan Orang Sahur
6. Sdr. Abdul Rahman (pemain Tim Persiba Balikpapan)
– Nama Kompetisi: PNM Liga Nusantara 2 2024/2025
– Pertandingan: Persiba Balikpapan vs NZR Sumbersari
– Tanggal Kejadian: 19 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: melakukan tekel keras terhadap pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung
– Hukuman: tambahan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan; denda Rp.5.000.000,-
7. Klub Persiba Balikpapan
– Nama Kompetisi: PNM Liga Nusantara 2 2024/2025
– Pertandingan: Persiba Balikpapan vs NZR Sumbersari
– Tanggal Kejadian: 19 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: terjadi penyalaan flare yang dilakukan oleh penonton Persiba Balikpapan di Tribun utara
– Hukuman: denda Rp.12.500.000,-
8. Klub Persiba Balikpapan
– Nama Kompetisi: PNM Liga Nusantara 2 2024/2025
– Pertandingan: Persiba Balikpapan vs NZR Sumbersari
– Tanggal Kejadian: 19 Februari 2025
– Jenis Pelanggaran: terjadi pelemparan di Tribun timur ke arah bench Tim NZR Sumbersari yang dilakukan oleh penonton Persiba Balikpapan
– Hukuman: denda Rp.5.000.000.
Sumber: Liga Indonesiabaru



















