Jombang, SEJAHTERA.CO – Bulan Ramadan membawa berkah bagi perajin mahkota kubah masjid di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ini karena adanya peningkatan permintaan kubah masjid selama bulan Ramadan ini.
Imam Muttaqin, perajin kubah masjid, terlihat sibuk memotong bahan dari plat stainless untuk dipasang pada kerangka kubah yang hampir selesai. Menanggapi pesanan kubah masjid selama bulan Ramadan, menyatakan bahwa ada peningkatan pesanan, meskipun tidak signifikan.
“Normalnya, dalam satu minggu saya mendapat sekitar empat pesanan. Namun, selama bulan puasa Ramadan, jumlahnya meningkat menjadi enam hingga tujuh kubah masjid yang dipesan oleh pelanggan,” ungkapnya, Rabu (13/3/2024)
Imam juga menjelaskan bahwa satu unit mahkota kubah dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari. Pembuatan mahkota kubah masjid juga membutuhkan serangkaian langkah yang teliti dan cermat.
Diawali dengan pemilihan bahan, Imam menggunakan bahan yang umum digunakan, yakni plat stainless atau galvalum. “Ini karena kekuatan dan ketahanannya terhadap cuaca dan korosi,” tuturnya.
Setelah bahan dipilih, langkah selanjutnya adalah pemotongan bahan sesuai dengan desain yang diinginkan. Potongan bahan tersebut akan membentuk bagian-bagian mahkota kubah masjid, seperti puncak kubah dan ornamen-ornamen lainnya.
Potongan-potongan bahan kemudian dirakit dan dilas bersama-sama untuk membentuk kerangka kubah. Tahap ini membutuhkan keahlian khusus agar kerangka kubah dapat terbentuk dengan kokoh dan presisi.
“Setelah kerangka kubah terbentuk, selanjutnya adalah pemasangan ornamen dan hiasan-hiasan tambahan. Ornamen ini bisa berupa motif ukiran atau relief yang mempercantik tampilan mahkota kubah,” bebernya.
Setelah semua bagian terpasang dengan baik, lanjut Imam, mahkota kubah masjid kemudian di-finishing untuk mendapatkan tampilan yang halus dan menawan. Proses finishing dapat meliputi penghalusan permukaan dan pengecatan jika diperlukan.
Pembuatan mahkota kubah masjid membutuhkan kombinasi antara keahlian tangan, ketelitian, dan perhatian terhadap detail untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan estetis,” urainya.
Harga kubah masjid bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 3,5 juta, bahkan pernah mencapai Rp 6 juta, tergantung permintaan dan ukurannya.
Ketika pesanan ramai, saya bisa menyelesaikan puluhan unit mahkota kubah masjid dalam sebulan. Namun, jika permintaan sepi, biasanya hanya sekitar 4-5 unit,” jelasnya.
Masih menurut Imam, sebagian besar pesanan kubah masjid berasal dari luar Kabupaten Jombang. Pelanggan datang dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Lamongan. Untuk menjaga kualitas, kubah masjid diproduksi secara mandiri agar hasilnya maksimal.
“Proses pembuatan mahkota kubah masjid berukuran dua meter memakan waktu sekitar 1 minggu hingga 10 hari. Kubah masjid yang saya buat menggunakan bahan plat stainless atau galvalum, dan dapat bertahan hingga puluhan tahun,” tutupnya.
Keberhasilan perajin mahkota kubah masjid ini tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga mendukung kebutuhan pembangunan dan perawatan masjid di berbagai daerah.
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Gimo Hadiwibowo



















