SEJAHTERA.CO – Hadirnya rezeki adalah salah satu anugerah terbesar dari Allah SWT yang mencakup segala aspek kehidupan, termasuk harta dan rezeki materi.
Bagi umat Muslim, doa adalah alat untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, yang bisa membantu dalam melancarkan rezeki.
Artikel ini akan membahas doa yang bisa dibaca untuk memohon kelancaran rezeki, serta pentingnya dan makna di balik doa-doa tersebut.
1. Doa di Lancarkan Rezeki dan Usaha yang Halal
اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Terjemahan: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
2. Doa Memohon Rezeki yang Halal
Allahumma yaa ghaniyyu ya hamiid yaa mubdi’u yaa mu’iid yaa rahiimu yaa waduud, aghninii bi halaalika ‘an haraamika wakfini bi fadhlika ‘amman siwaaka wa shallallahu ‘alaa muhammadin wa aalihi wa sallam.
Artinya “Wahai Allah, wahai Zat Yang Maha Kaya, wahai Zat Yang Maha Terpuji, wahai Zat Yang memulai, wahai Zat yang mengembalikan, wahai Zat yang mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad saw., keluarga dan sahabat beliau.”
4. Doa Memperlancar Rezeki Secapat Kilat
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الملْكُ للهِ، وَالحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الملْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسْلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ
Terjemahan: Ashbahnā wa ashbahal mulku lillāhi wal hamdu lillāhi, lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Rabbi, as’aluka khaira mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba’dahā, wa a’ūdzu bika min syarri mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba’dahā. Rabbi, a’ūdzu bika minal kasli wa sū’il kibari. A’ūdzu bika min ‘adzābin fin nāri wa ‘adzābin dil qabri.
Artinya: “Kami dan kuasa Allah berpagi hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.”



















