BPBD Kediri Sebut Puncak Bediding pada Agustus

BPBD Kediri Sebut Puncak Bediding pada Agustus
Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem saat ini, di siang hari terasa panas dan malam hari terasa dingin merasuk tulang.

Banyak orang menyebut memasuki bediding memang sangat terasa, dan untuk orang dewasa yang miliki penyakit penyerta harus waspada karena puncak bediding ada di bulan Agustus.

Baca Juga :TMMD ke-125 Kodim 0814 Jombang Dimulai, Perbaiki Jalan dan Rumah Warga Desa

Read More

Terkait hal ini, Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri menyampaikan perlunya waspada dan jangan sampai warga Kabupaten Kediri jadi korban bediding karena perubahan iklim yang ekstrem saat ini.

BPBD Kabupaten Kediri meminta warga tidak abai kesehatan saat cuaca ekstrem bediding ini.

“Kondisi ini berulang setiap tahunnya, dan di musim kemarau panjang, namun yang terjadi kemarau basah dan terjadi bediding. Kita tetap imbau warga jangan remehkan kondisi seperti saat ini,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

“Yang sering terjadi Alergi kulit, sakit asma bisa kambuh dan hypotermia karena perubahan cuaca yang dingin dan daya tahan tubuh lemah,” sambungnya.

Joko menambahkan, sejauh ini belum ada laporan warga Kabupaten Kediri meninggal akibat mbediding ini. Namun mengantisipasi agar tidak jadi ‘korban’ bediding sangat perlu dan penting.

Ini demi kebaikan bersama warga Kabupaten Kediri. Puncak mbediding di bulan Agustus akan terasa sangat dingin setiap malam hingga pagi hari.

“Kita imbau warga Kabupaten Kediri jaga kesehatan diri. Gunakan baju tebal agar tubuh tetap bisa hangat dan tidak menggigil, konsumsi vitamin dan makanan bergizi agar tidak mudah sakit,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *