Kediri, SEJAHTERA.CO – Kecelakaan maut antara kereta api dengan sepeda motor di perlintasan kereta api Dusun Krajan Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri pada Senin (3/3/2025) membawa duka mendalam.
Hingga saat ini, belum ada keterangan dari pihak kepolisian soal identitas korban dari pengendara sepeda motor Honda Beat nopol AG 4651 AAR yang meninggal atas insiden tersebut.
Namun demikian, berdasarkan informasi dihimpun korban diketahui merupakan warga Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Laka Kereta Api vs Sepeda Motor di Ngadiluwih, Warga Sempat Dengar Suara Keras
Ahmad Husain, Ketua RT 01 RW 02 Dusun Krajan Desa Branggahan mengaku, warga sempat melakukan pencarian organ tubuh korban yang terseret akibat Insiden kecelakaan tak jauh dari rumahnya tersebut.
Menurutnya, pencarian untuk menemukan organ tubuh korban membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
“Korbannya dicari sama warga sini secara gotong royong. Itu menyeretnya mulai kejadian sampai terakhir ditemukan korban dengan jarak sekitar 200 meter,” jelasnya.
Dia menyampaikan, beberapa organ tubuh korban sempat terseret dan terpisah yang pertama kali ditemukan adalah badan dengan kondisi tengkurap, kaki, tangan patah, hingga kepala hancur.
Baca Juga :Hujan Deras Sebabkan Longsor di Kalipang, Batu Padas Besar Tutupi Setengah Jalan
Ia mengaku, tidak ada warga yang mengetahui kejadian tersebut karena titik lokasinya berada di area dekat perkebunan tebu. “Kondisi sepeda motor korban rusak. Tadi udah dibawa pihak kepolisian,” tuturnya.
Disinggung soal korban yang belum diketahui identitasnya, ia memastikan bukan warganya. Namun demikian, Ahmad menerangkan bahwa ciri-cirinya korban adalah gemuk, memakai celana pendek biru, dan kaos pendek merah.
“Setelah semua organ tubuh korban ditemukan dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.



















