Laka Kereta Api vs Sepeda Motor di Ngadiluwih, Warga Sempat Dengar Suara Keras

Laka Kereta Api vs Sepeda Motor di Ngadiluwih, Warga Sempat Dengar Suara Keras
Petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara laka kereta api dengan sepeda motor. (rizky/sejahtera.c0)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan lalu lintas antara kereta api dengan pengendara sepeda motor.

Peristiwa menyebabkan pengendara motor meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan itu terjadi di perlintasan kereta api Dusun Krajan Barat Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Senin (3/3/2025) malam.

“Sebelum kejadian tenang-tenang saja tahu-tahunya itu kereta datang dan sepeda motor sudah ada di tengah tengah perlintasan menghadap ke arah utara,” kata Ahmad Husen, Ketua Lingkungan RT 01 RW 02 Dusun Krajan Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih.

Read More

Baca Juga :Geger! Pabrik Miras Beromzet Miliaran Rupiah di Jombang Digerebek Polisi

Ahmad menyampaikan, saat kejadian memang kondisinya sepi dan tidak ada seorang ataupun warganya yang berada di lokasi kejadian. Namun demikian, ia bersama warga sempat mendengar suara keras sehingga membuat mereka langsung keluar dari rumahnya untuk menuju ke lokasi.

Sementara itu, kereta api tersebut melintas dari arah utara menuju ke selatan.

“Nggak ada suara saat kejadian (kereta api tabrak sepeda motor). Tapi pas kereta api lewat nyangkut pondasi ini baru terdengar duarr (suara),” katanya.

Setelah itu, lanjut dia, kereta api berhenti dan masinis turun untuk mengambil kendaraan yang diperkirakan ada orangnya, tetapi ternyata tidak ada.

Baca Juga :Pemkab Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Sound System untuk Bangunkan Orang Sahur

Karena tidak bisa mengambil kendaraan korban, kereta api langsung mundur sedikit dan motornya diambil untuk dipinggirkan. Selanjutnya, kereta pun melanjutkan perjalanannya.

Ia juga memastikan bahwa korban mengendarai Honda Beat merah itu bukan warganya.

“Korbannya tidak kelihatan langsung. Itu sampai keseret sekitar 250 meter mulai dari TKP sampai berhentinya kereta,” ungkap Ahmad Husen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *