Marsikem, CJH Tertua asal Kota Blitar , Usia 94 Tahun, Nabung 50 Tahun dengan Jualan Pisang di Pasar

Marsikem, CJH Tertua asal Kota Blitar , Usia 94 Tahun, Nabung 50 Tahun dengan Jualan Pisang di Pasar
Marsikem ketika menyiapkan keperluan berangkat haji. (Aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Di antara 144 calon jamaah haji atau CJH asal Kota Blitar, terdapat 1 nenek yang menyandang sebagai CJH tertua. Usianya 94 tahun. Untuk haji menabung 50 tahun dengan berdagang pisang di pasar.

“Mudah-mudahan lancar. Doakan nggih,”. Itulah permintaan yang terucap dari perempuan yang wajahnya sudah berkerut. Bicaranya masih gamblang. Daya ingatnya masih kuat. Tidak pikun.

Ya itulah Marsikem. Dia adalah CJH tertua asal Kota Blitar yang berusia 94 tahun. Ketika koran ini menyambangi, Marsikem tengah menyiapkan keperluan ke Tanah Suci. Mulai tas, koper hingga baju dan lain sebagainya.

Read More

Rencananya berangkat pada 14 Mei 2025. “Alhamdulillah tahun ini berangkat. Setelah menunggu bertahun-tahun,” kata perempuan lima anak, 9 cucu, 10 cicit dan 1 canggah ini.

Baca Juga :Penasaran Buka Bungkusan Plastik, Tiga Jari Petani Lepas dari Tangan

Di kalangan tetangga dan keluarga, Marsikem merupakan sosok nenek yang tangguh dan telaten. Sehari-hari berdagang pisang di pasar. Yakni di Pasar Bendo di Kecamatan Ponggok dan di Pasar Templek di Kota Blitar.

Meski untung tak seberapa, bertekad untuk menabung. Yakni untuk haji. Sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian ditabung. “Yang penting niat,” katanya.

Berdagang sejak tahun 90an, setiap hari diupayakan untuk menabung. Uang tabungannya disimpan dan selanjutnya disetor ke bank. Kegiatan menabung itu terus dilakukan. Akhirnya pada 2019, memutuskan untuk mendaftar haji. Dan sejak saat itulah berhak mendapatkan slot untuk CJH. Hingga akhirnya 2025, resmi berangkat. “Penantian akhirnya datang juga,” katanya.

Saat ini, jelang keberangkatan Marsikem menghabiskan waktu untuk tekun beribadah dan menata niat. Selain itu juga rajin olahraga jalan kaki. Hal itu dilakukan dengan harapan ketika thawaf tak merepotkan. Ke Tanah Suci berangkat bersama anak laki-lakinya. “Rajin jalan pagi. Biar kuat,” katanya.

Baca Juga :Mas Bup Dhito Lantik Ketua TP PKK Kabupaten Kediri 2025 -2029, Beri Apresiasi Kepada Kader PKK Terlama Mengabdi

Sementara itu, Muriyati, anak perempuan terus menjaga kesehatan ibunya. Memang memiliki riwayat penyakit jantung. Tetapi keluarga terus untuk rajin memantau kesehatan. “Setiap pagi jalan pagi,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *