Kediri, SEJAHTERA.CO – Persik Kediri meraih 3 poin kandang saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Jumat (27/10). Klub berjuluk Macan Putih itu juga membuktikan keperkasaannya di kandang dengan kemenangan telak 4 – 0 tanpa balas.
Adapun 2 gol Persik Kediri dicetak oleh Flavio Silva, satu dari Adi Eko Jayanto, dan satu gol bunuh diri dari pemain Persebaya Surabaya. Semua gol Persik dicetak di babak kedua, dengan gol Adi Eko Jayanto sebagai pembuka.
Meski mendapatkan keputusan kontroversial dari wasit, yang membatalkan hadiah penalti untuk tuan rumah. Pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide menganggap semua bisa melakukan kesalahan, termasuk wasit.
“Sebenarnya saya tidak nyaman membicarakan wasit, dia juga manusia yang bisa salah,” ungkapnya.
Tetapi dia mengaku, menyayangkan keputusan wasit pada pertandingan tersebut.
Untuk itu menurutnya teknologi VAR yang diusung FIFA adalah sebuah solusi untuk situasi semacam ini.
“Bagaimana pun yang sudah terjadi adalah masa lalu. Saya instruksikan pemain saya di paruh waktu hanya fokus ke pertandingan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pertandingan antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya terhenti saat babak pertama belum selesai. Setelah wasit yang memimpin pertandingan mengambil keputusan kontroversial.
Kejadian ini terjadi ketika babak pertama memasuki tambahan waktu. Zetman Pangaribuan, wasit pertandingan Persik Kediri melawan Persebaya, menganggap Bayu Otto dilanggar di kotak penalti.
Keputusan wasit memberikan penalti ini mendapatkan protes keras dari para pemain Persebaya. Hal ini ditindaklanjuti Zetman dengan melakukan komunikasi dengan asisten wasit yang berada di pinggir lapangan.
Beberapa waktu melakukan komunikasi dengan asisten wasit, pengadil pertandingan kemudian membatalkan keputusannya. Sontak hal tersebut menyulut emosi dari pihak Persik Kediri.
Wasit pun sempat meninggalkan lapangan pertandingan meninggalkan para pemain di lapangan. Ini menghindari protes keras dari para pemain dan ofisial terkait keputusannya.
Baru setelah beberapa menit wasit kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan babak pertama. Pertandingan dilanjutkan dengan membatalkan penalti dan perpanjangan waktu selama 2 menit.
Reporter: Ahmad Bayu Giandika
Editor: Dhita Septiadarma



















