Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Atlet balap sepeda di Kabupaten Tulungagung mampu mengantongi banyak medali pada ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) ke VIII tahun 2023. Kendati berhasil meraih prestasi, rupanya atlet-atlet tersebut terkendala regulasi untuk bisa menghasilkan prestasi lebih banyak lagi.
Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, pada ajang porprov kemarin memberangkatkan tiga atlet cabor balap sepeda. Meski atlet yang diberangkatkan sedikit, pihaknya optimistis bisa memboyong medali.
Hasilnya, ketiga atlet tersebut berhasil memboyong empat medali pada ajang bergengsi tersebut. Secara rinci, medali tersebut didapat melalui kelas roadbike satu medali emas dan dua medali perak, serta dari kelas cross country berhasil mendapatkan satu medali emas.
“Atlet balap sepeda dari Tulungagung memang tidak diragukan, mental juaranya sudah terbentuk, sehingga tinggal memetik hasilnya saja,” kata Galih Nusantoro, Minggu (22/10/2023).
Meski berhasil meraih prestasi yang diinginkan, ungkap Galih, sebenarnya pada ajang porprov kemarin terdapat kendala yang menghambat atlet dari Tulungagung untuk mampu meraih medali lebih banyak. Hal itu tidak lain tentunya terkait regulasi pada ajang porprov kemarin yang membatasi pertandingan bagi para atlet.
Pihaknya menyebut, setiap satu orang atlet pada Porprov Jatim ke VIII kemarin hanya boleh turun di tiga kelas baik itu individu maupun kelas beregu. Dengan adanya regulasi tersebut, Tulungagung hanya kalah dari Kabupaten/Kota lain yang mengirim lebih banyak atlet dibandingkan Tulungagung.
“Atlet kita mumpuni, mereka sanggup ikut lebih dari tiga kelas, tetapi ada perubahan regulasi seperti itu. Kami hanya kalah dengan kabupaten atau kota lain yang mengirimkan lebih banyak atlet,” ungkapnya.
Atas permasalahan ini, jelas Galih, pihaknya saat ini juga sudah berupaya untuk melakukan pembibitan atlet agar mampu memberangkatkan lebih banyak atlet. Dengan begitu, pihaknya semakin optimis jika porprov kedepan, Kabupaten Tulungagung tidak lagi kalah dari segi jumlah atletnya.
Menurut Galih, pihaknya juga berharap jika akan adanya perubahan regulasi pada ajang porprov selanjutnya terutama dalam hal pembagian kelas yang dipertandingkan. Meski atlet yang disiapkan terbatas, namun atlet yang dikirimkan tetap bisa berpompetisi secara kompetitif pada setiap kelas yang ada.
“Tahun ini ada dua atlet kami yang tidak bisa ikut karena satu aflet ikut tour di luar negeri dan satunya lagi usianya sudah diatas 20 tahun. Tapi tidak jadi masalah, karena perolehan medali tahun ini lebih banyak, tahun lalu hanya dapat dua medali emas,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















