Lamongan , SEJAHTERA.CO – Selamet Budiono (60), nelayan warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, dilaporkan meninggal dunia saat melaut di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep pada Selasa (26/08/2025). Korban diketahui terjatuh setelah buang air kecil di lambung kapal.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid saat dikonfirmasi pada Kamis (28/8/2025) membenarkan bahwa Satpolairud Polres Lamongan telah menerima laporan kejadian salah satu ABK meninggal dunia di atas kapal KMN Bangkit Jaya.
Dia mengatakan bahwa insiden ini terjadi pada Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB saat kapal KMN. Bangkit Jaya, yang dinakhodai oleh Ali Arofat, sedang dalam perjalanan pulang menuju Pelabuhan PPN Brondong, Lamongan.
Baca Juga :Karnaval di Kedawung Berakhir ke Polisi, 15 Truk Diamankan usai Gembol Sound Horeg
Sebelumnya pada hari Sabtu (16/08/2025), KMN. Bangkit Jaya yang di nahkodai Ali Arofat berangkat dari Pelabuhan PPN Brondong bersama 14 anak buah kapal (ABK), termasuk korban, dengan tujuan mencari ikan di perairan Masalembu.
“Saat perjalanan pulang, korban, Selamet Budiono, buang air kecil di lambung kanan kapal. Setelah itu, dia terjatuh,” jelas Ipda M. Hamzaid, Kamis (28/8/2025).
Kemudian , lanjut Ipda Hamzaid.
Nahkoda kapal, Ali Arofat, yang melihat kejadian tersebut, segera menolong korban, membaringkan di anjungan kapal. Namun, saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, sang nahkoda segera menghubungi Ketua Rukun Nelayan Kelurahan Blimbing, Nur Wahid, dan melaporkannya kepada Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan.
Baca Juga :Pulau Jalan di Kota Batu Akan Disulap jadi Ikon Wisata Batu Baru
“Setelah menerima laporan, petugas Satpolairud Polres Lamongan, segera melakukan evakuasi korban ke Pelabuhan PPN Brondong,” jelas Ipda Hamzaid.
Selanjutnya, jenazah Selamet Budiono dibawa ke RS ARSY Kecamatan Paciran untuk dilakukan visum et repertum atau pemeriksaan luar.
“Kami juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk nahkoda Ali Arofat (43) dan dua ABK lainnya guna untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya.



















