Pabrik Gula Merah di Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Petugas Damkar Tulungagung saat melakukan upaya pemadaman pada pabrik gula.
Petugas Damkar Tulungagung saat melakukan upaya pemadaman pada pabrik gula di Desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Tulungagung.(foto: damkar tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebuah pabrik gula merah milik Muhajir, warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, mengalami kebakaran hebat pada Senin (25/5/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Baca juga: Diduga KDRT, Suami di Tulungagung Lempar Toples hingga Lukai Istri

Kasi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB saat seorang saksi melihat kepulan asap dari area pabrik. Asap diketahui berasal dari lokasi penggilingan tebu, sehingga warga segera melakukan pengecekan.

Read More

Saat diperiksa, sepah tebu dan sisa hasil penggilingan diketahui sudah terbakar, padahal tidak ada aktivitas produksi. Terakhir, penggilingan dilakukan pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tidak ada aktivitas saat itu. Namun muncul asap dari area penggilingan dan diketahui sepah serta sisa tebu terbakar,” ujar Bambang.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkar Tulungagung pada pukul 15.05 WIB. Petugas segera menuju lokasi dengan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu truk tangki suplai air.

Setibanya di lokasi, api sudah membesar dan melahap tumpukan sepah tebu. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, sekitar 2 jam 56 menit, karena banyaknya material mudah terbakar.

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Jagung di Desa Bendungan

“Kondisi api sudah besar, sehingga butuh waktu hampir tiga jam untuk pemadaman,” jelasnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan penyelidikan. Hasil sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di area penggilingan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, api menghanguskan sepah tebu, sisa hasil produksi, dinamo, alat masak, serta sekitar 2 ton gula merah.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta,” pungkas Bambang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *