Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ratusan kuda berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur ikut meramaikan perlombaan pacuan kuda Eyang Katong Cup ke X.
Acara yang digelar selama dua hari di lapangan Polres Ponorogo pada 29 dan 30 Juni ini merupakan salah satu rangkaian agenda Grebeg Suro.
Ketua Panitia, Songgo Prakoso mengatakan jika tahun ini jumlah kuda yang mengikuti perlombaan mengalami peningkatan. Dimana tahun ini ada 131 ekor kuda yang mengikuti 16 kelas perlombaan.
“Hari sabtu kemarin ada 6 kelas, hari ini ada 10 kelas. Pesertanya ada yang datang dari Madura, Kediri, Batu, Tulungagung dan lainnya,” ungkap Songgo Prakoso, kepada wartawan. Minggu (30/6/2024).
Songgo juga menjelaskan ratusan kuda yang mengikuti perlombaan tersebut dari berbagai macam jenis, seperti sandalwood poni, kuda sumbawa hingga kuda hasil persilangan G1.
Setiap kuda mengikuti kelas dengan jarak 600 meter hingga kelas bergengsi 1000 meter.
“Animo masyarakat dan peserta sangat tinggi, semoga kedepannya jumlah peserta bisa bertambah,” pungkasnya.
Sementara itu, M. Panji Saputra salah satu joki asal Kota Batu mengatakan jika dirinya sudah tiga kali mengikuti pacuan kuda di Ponorogo.
Dimana tahun ini dirinya kembali mendapatkan juara di kelas 1000 meter dengan menunggangi kuda yang diberi nama Mirasantika dengan jenis Sadelwood.
“Alhamdulillah dapat dua nomor 1000 meter, persiapannya jaga fisik dan stamina. Kalau kuda juga perlu perawatan khusus serta menjaga mental bertanding,” imbuhnya.
Panji menambahkan jika persaingan tahun ini lebih ketat. Pasalnya tahun ini jumlah kuda yang mengikuti perlombaan juga bertambah dibandingkan tahun tahun sebelumnya.
Kendati demikian, pria yang sudah melakoni balap kuda selama 6 tahun terakhir tersebut mengaku senang.
“Sudah 6 tahun ini ikut lomba balap kuda, kemarin juga dapat juara Porprov Jatim. Disini persaingan juga ketat, seru dan ramai,” tandas Panji.
Sementara, salah satu penonton, Pran Buang Prahara sengaja mengajak anak dan keponakannya untuk melihat lomba balap kuda. Selain untuk mengisi waktu liburan juga bisa mengenalkan olahraga balap kuda yang jarang disaksikan secara langsung.
“Iya, ini kebetulan musim libur sekolah. Terus ada lomba balap kuda, saya ajak anak dan keponakansupaya tau ada olahraga seperti ini,” pungkas Pran.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















