Kediri, SEJAHTERA.CO – Buntut kasus pengeroyokan yang dilakukan sejumlah pemuda diduga dalam keadaan mabuk, puluhan massa dari Aliansi Seniman Kediri Raya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Polres Kediri Kota.
Para pendemo yang dipimpin Ketua Paguyuban Pecut Samandiman Kota Kediri Muhamad Hanib diterima langsung Kasubag Dal Ops Polres Kediri Kota AKP Ponco Seputro.
Dalam aksinya, mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan yang telah merusak jalannya pementasan kesenian jaranan.
Hanib menjelaskan, kericuhan terjadi saat pagelaran jaranan di Kelurahan Jagalan, Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, menjelang acara usai.
Baca Juga :Teka-teki Terjawab, Bupati Rijanto Pilih Khusna Lindarti jadi Sekda Blitar, Perempuan Pertama
Sekelompok pemuda diduga mabuk menerobos masuk ke arena yang sudah dipagari barikade dan dijaga panitia. Mereka kemudian melakukan pemukulan terhadap pemain jaranan.
“Setelah kejadian tersebut, anehnya pelaku pengeroyokan malah melaporkan polisi yang bertugas mengamankan acara,” ungkap Hanib, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, insiden ini mencederai citra kesenian jaranan yang selama ini menjadi warisan budaya lokal.
“Kesenian jaranan mestinya didukung dan dilestarikan. Dengan kejadian ini citranya jadi buruk,” ujarnya.
Hanib menegaskan bahwa para seniman mendukung langkah kepolisian untuk memproses hukum para pelaku. “Kami akan terus mengawal proses hukumnya,” tambahnya.
Baca Juga :Mediasi di DPRD Jombang Belum Temukan Solusi, Warga Kejombon Masih Tanggung Denda Rp7 Juta
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melalui Kasubag Dal Ops AKP Ponco Seputro menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.
“Kami tidak ada niat membatasi pentas kesenian. Kami yakin yang salah bukan keseniannya, tapi oknum,” tegas Ponco.



















