Persiapan Bekal ke Tanah Suci, Jasa Penukaran Riyal di Lamongan Diserbu Calon Jamaah Haji

Persiapan Bekal ke Tanah Suci, Jasa Penukaran Riyal di Lamongan Diserbu Calon Jamaah Haji
Calon Jamaah Haji menukarkan uang Rupiah ke Riyal di Jasa Penukaran di Lamongan. (suprapto/memo)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026, para Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk aspek finansial.

Salah satu yang paling diburu adalah jasa penukaran mata uang Riyal Arab Saudi (SAR).

Permintaan penukaran uang dilaporkan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Read More

Para jemaah memilih untuk menukarkan rupiah mereka di tanah air demi kenyamanan dan efisiensi waktu saat tiba di Arab Saudi nantinya.

Amalia, salah seorang penyedia jasa penukaran uang Riyal di Lamongan, mengungkapkan bahwa permintaan penukaran uang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :DPRD Kota Blitar Gelar Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2025, Dipimpin Ketua dr Syahrul Alim, Tindaklanjuti Bentuk Pansus

Menurutnya, banyak jemaah memilih menukar uang di tanah air agar tidak perlu repot mencari tempat penukaran saat sudah tiba di Arab Saudi.

“Kalau sudah membawa uang riyal dari sini, jemaah tidak perlu repot lagi di sana, jadi bisa lebih fokus beribadah,” ujar Amalia saat ditemui pada Rabu (1/4/2026).

Menariknya, mayoritas jemaah lebih memburu uang dalam pecahan kecil, seperti nominal 5 dan 10 riyal.

Pecahan ini dinilai sangat praktis untuk keperluan transaksi sehari-hari selama di Tanah Suci, seperti membeli makanan ringan, membayar transportasi, hingga bersedekah.

Amalia menjelaskan bahwa penggunaan uang pas sangat membantu, terutama bagi jemaah yang sudah berusia lanjut (lansia).

“Yang paling banyak dicari itu pecahan 5 dan 10 riyal. Ini untuk memudahkan saat transaksi, apalagi kalau bisa bayar pas tanpa harus menunggu kembalian,” ujarnya.

Baca Juga :Atap Tiga Kelas SMKN 1 Ampelgading Ambruk, Dindik Jatim Targetkan Perbaikan Rampung Sebulan

“Rata – rata jemaah itu sudah sepuh, jadi kalau pakai uang pas itu lebih aman dan tidak membingungkan,” jelasnya..

Selain pecahan kecil, pecahan besar seperti 50 dan 100 riyal juga tetap diminati untuk keperluan yang membutuhkan biaya lebih tinggi.

Salah satunya diungkapkan oleh Ahmad Naji, CJH asal Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Ahmad mengaku telah menukarkan uang sekitar 2.000 riyal atau setara dengan lebih dari Rp9 juta.

Ia memilih kombinasi pecahan 100 dan 50 riyal untuk menutupi kebutuhan utama selama menjalankan ibadah.

“Yang utama untuk bayar dam (denda/sembelihan), kemudian juga untuk belanja dan kebutuhan operasional di sana,” kata Ahmad Naji.

Baca Juga :Gempar, Warga Klemunan Nekat Tiduran di Atas Rel KA Berujung MD

Ia menambahkan bahwa jumlah uang yang dibawa sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.

Bahkan, ia juga menyempatkan diri melakukan penukaran tambahan di Surabaya untuk memastikan simpanan dana selama di Tanah Suci cukup.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *