Blitar, SEJAHTERA.CO Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar menggelar rapat paripurna. Agenda penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban atau LKPJ Wali Kota Blitar tahun anggaran 2025.
Agenda dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim didampingi wakilnya Adi Santoso dan M. Hardita Magdi.
Tak ketinggalan seluruh anggota DPRD Kota Blitar dalam agenda tahunan itu.
Sementara eksekutif hadir Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Sekretaris Daerah Priyo Suhartono hingga forkopimda di lingkup Kota Blitar.
“Jadi pada agenda kali ini mendengarkan penyampaian dari eksekutif soal LKPJ keuangan pada 2025 lalu. Eksekutif dalam hal ini wali kota menyampaikan laporan penggunaan anggaran kepada legislative atau kepada kami sebagai wakil rakyat,” kata Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim.
Dia mengatakan, usai mendengarkan penyampaian LKPJ, dewan menindaklanjuti dengan menggelar panitia khusus atau pansus.
Baca Juga Atap Tiga Kelas SMKN 1 Ampelgading Ambruk, Dindik Jatim Targetkan Perbaikan Rampung Sebulan
Pansus itu nantinya bakal membahas dengan detail soal item-item penggunaan anggaran selama 2025.
Nah, di sinilah peran dewan untuk meneliti. Apakah program yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.
“Ketika nanti sudah dibahas, selanjutnya disampaikan. Dan jika nanti disetujui, bakal digelar paripurna lagi. Yakni menindaklanjuti soal penyampaian LKJP melalui pandangan umum fraksi-fraksi,” katanya.
Dia menambahkan, DPRD Kota Blitar juga membentuk panitia khusus (Pansus) dengan 10 anggota yang bakal membahas soal LKPJ.
Pansus ini nantinya bertugas mengevaluasi kinerja pemerintah daerah serta memberikan rekomendasi strategis sebagai bahan perbaikan dan peningkatan tata kelola pemerintahan ke depan.
Baca Juga Gempar, Warga Klemunan Nekat Tiduran di Atas Rel KA Berujung MD
Dalam paripurna itu, wali kota juga menyampaikan soal pemaparannya. Di antaranya tentang capaian kinerja pemerintahan daerah sepanjang tahun anggaran berjalan, sekaligus arah kebijakan strategis ke depan.
Contohnya pada 2025 lalu, difokuskan pada pemantapan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya penguatan sektor ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata, serta optimalisasi perdagangan berbasis digital. “Mudah-mudahan lancar tanpa kendala,” katanya.



















