Kediri, SEJAHTERA.CO – Sore itu, di bawah langit Sleman yang mulai menguning, Stadion Maguwoharjo menjadi saksi bagi Persik Kediri memetik kemenangan perdananya di musim 2025-2026.
Pertandingan melawan PSBS Biak berlangsung penuh tensi, menyajikan drama yang baru usai ketika menit ke-87 mengubah jalannya sejarah singkat awal musim Macan Putih.
Persik tampil penuh motivasi. Tekanan tiga laga awal kompetisi belum membuahkan kemenangan membuat setiap langkah Ezra Walian dkk terasa lebih berat. Namun, semangat itu terbayar di menit 67.
Baca Juga :Mutasi Perdana Pemkab Blitar, 153 ASN Digulirkan Termasuk Tiga Kepala Dinas
Sang kapten, Ezra, mengeksekusi tendangan bebas dengan penuh perhitungan. Bola melayang indah, lalu disambut Irkham Zahrul Mila dengan sundulan keras. Gawang PSBS Biak bergetar, Persik memimpin 1-0.
Sorak kegembiraan itu hanya bertahan dua menit. Tuan rumah, yang tak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya, langsung membalas.
Andre Oktaviansyah menemukan ruang di kotak penalti dan melepaskan tendangan yang tak mampu dibendung kiper Persik. Skor berubah cepat menjadi 1-1, menegangkan jalannya pertandingan.
Pertandingan nyaris berakhir imbang ketika satu nama mencuri sorotan, yakni Jose Enrique.
Legiun asal Spanyol itu muncul bak pahlawan di menit ke-87. Umpan silang tajam dituntaskan dengan sundulan presisi, membuat bola meluncur deras ke gawang PSBS Biak.
Gol itu bukan hanya penentu kemenangan, tapi juga jawaban atas keraguan publik terhadap start lambat Persik musim ini.
Peluit panjang berbunyi, skor 1-2. Pemain Persik merayakan dengan tangan mengepal ke udara, sementara tribun Sleman yang dipenuhi penonton menjadi saksi lahirnya kemenangan berharga.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persik Kediri naik ke posisi 12 klasemen sementara Super League. PSBS Biak, yang harus menelan pil pahit di kandang sendiri, masih tertahan di peringkat 17.
Baca Juga :Tambah Kuota Pemain Muda U-23, Persik Kediri Datangkan Eks Persis Solo
Kemenangan ini bukan hanya soal angka di papan klasemen, melainkan juga suntikan moral. Bagi Persik, laga di Maguwoharjo menjadi tonggak awal untuk bangkit dan menunjukkan bahwa Macan Putih masih punya taring di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.



















