Kediri, SEJAHTERA.CO – Di puncak musim kemarau di bulan Oktober ini, harga jagung kembali turun Rp 4800 per kilogram dan sebelumnya di kisaran Rp5.700 per kilogram.
Baca Juga :Warga Bandar Kidul Minta Lanjutkan Program Sebelumnya, Regina Bicara Kesehatan Ibu dan Anak
Meski harga jagung turun, namun hasilnya cukup bagus dan karena tanaman tak terdampak hama. Harga turun menjadi hal yang biasa terjadi, dan harga jagung naik-turun cepat.
Sumarjo (40) petani asal Ringinrejo Kabupaten Kediri merasakan naik-turunnya harga jagung ini setiap tahunnya. Baginya lahan sawah bisa menghasilkan sudah bisa dikatakan bagus.
Baca Juga :Perkuat Pertahanan Siber dengan Peluncuran Tim Respon Cepat CSIRT
“Namun yang lebih bagus lagi jika harga juga naik seperti beberapa waktu lalu hingga tembus Rp 7000 per kilogram. Namun yang terpenting adalah tanaman tumbuh baik dan menghasilkan,” ujarnya, Jumat (11/10/2024).
Marjo menambahkan, yang penting baginya merawat bertumbuhnya tanaman jagung tersebut hingga tumbuh baik. Hal ini karena benih yang bagus, proses pemupukan dan pengairan hingga pengendalian hama dengan penyemprotan hama maksimal.
Baca Juga :Kapolres Batu Tangung Biaya Pengobatan dan Operasi Korban Penembakan Penjual Bakso
“Kami juga berharap ke pemerintah ikut cawe-cawe dalam naik turunnya harga jagung. Saat ini, jagung dibeli oleh pedagang yang datang ke rumah dalam bentuk jagung pipilan,” imbuhnya.



















