Kediri, SEJAHTERA.CO – Personel gabungan BPBD Kota Kediri melakukan pemantauan langsung kegiatan pladu atau flushing Sungai Brantas di kawasan Taman Brantas, Senin (18/5/2026). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas warga yang memadati bantaran sungai untuk mencari ikan saat pladu berlangsung.
Baca juga:Fenomena Ladu Masuk Kediri Pukul 18.00 WIB, BPBD Siaga di Bantaran Sungai
Pemantauan dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartikasari, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, PMI, RAPI, Rumah Zakat, serta relawan.
Sebelum patroli, seluruh unsur terkait terlebih dahulu menggelar apel kesiapsiagaan. Selanjutnya, petugas menyisir bantaran Sungai Brantas hingga kawasan Masjid Agung untuk memastikan kondisi tetap aman.
Endang Kartikasari mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mendekati bibir sungai. Ia menyebut, debit air diperkirakan meningkat pada sore hingga malam hari seiring masuknya aliran pladu ke wilayah Kota Kediri.
“Sekitar pukul 18.00 WIB aliran diperkirakan sudah sampai di Kediri. Debit air akan meningkat dan arus menjadi lebih deras, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun banyak warga memanfaatkan momen ini untuk mencari ikan, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai aktivitas ini justru membahayakan, seperti terpeleset atau terseret arus,” tambahnya.
Sementara itu, Joko Arianto menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi sejak sebelum pladu berlangsung, termasuk sosialisasi di sejumlah titik penyeberangan di wilayah Manisrenggo dan Ngronggo.
Baca juga:Hadapi Ketidakpastian Global, Wawali Kediri Minta ASN Lebih Adaptif dan Efisien
BPBD juga mengimbau para penambang penyeberangan untuk menghentikan aktivitas sementara jika kondisi arus dinilai berbahaya.
“Pladu memang rutin dilakukan untuk membersihkan sedimen, tetapi kondisi air yang keruh dan arus yang deras memiliki risiko tinggi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat, BPBD Kota Kediri menyiagakan sekitar 30 personel gabungan, dua perahu karet, serta perlengkapan penyelamatan air di sejumlah titik rawan.
Patroli dilakukan secara bergantian di lokasi yang dipadati warga, seperti Jembatan Lama, Jembatan Baru, hingga kawasan sekitar Masjid Agung.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama kegiatan pladu berlangsung diimbau segera menghubungi layanan Lapor Mbak Wali 112 yang terhubung langsung dengan petugas BPBD Kota Kediri.



















