Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Krisis air bersih di Kabupaten Trenggalek semakin meluas. Tercatat saat ini ada 9 ribu warga terdampak kekeringan yang melanda 24 desa di 10 kecamatan.
Baca Juga :Dua Hari Jelang Penutupan Pendaftaran CPNS di Lingkup Pemkab Ponorogo, Jumlah Peserta Membeludak
Kekeringan itu mengalami perluasan ketimbang sebelumnya yakni 19 desa di 9 kecamatan. Jumlah wilayah terdampak kekeringan itu berdasarkan permintaan bantuan distribusi air bersih.
Ribuan warga Bumi Menak Sopal itu mengalami krisis air bersih karena beberapa sumber air di daerah mereka mengering. Kondisi itu membuat warga tak bisa mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari.
“Data terbaru pada 3 September ada 24 desa di 10 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Untuk itu kami distribusikan bantuan air bersih,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Rabu (4/9/2024).
Daerah terdampak kekeringan itu berpotensi meluas seiring potensi curah hujan saat memasuki musim penghujan. Untuk itu warga diimbau memanfaatkan sebaik mungkin bantuan air bersih karena jumlahnya terbatas.
Baca Juga :KPU Ponorogo Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Dua Bapaslon, ini Hasilnya
“Hingga saat ini sebanyak 122 (kali) tangki air bersih kami distribusikan, kemudian 98 terpal, 88 tandon, 20 tandon lipat, dan 320 jurigen,” jelasnya.
Tak hanya BPBD Trenggalek, distribusi air bersih untuk 24 desa terdampak kekeringan di 10 kecamatan yang mengakibatkan sebanyak 9.092 jiwa dari 3.245 kepala keluarga mengalami krisis air bersih itu, juga dilakukan pihak terkait lainnya.
Baca Juga :Kebakaran Wahana The Legend Star, Manajemen JTP Group Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
“Kami bahu-membahu bersama menanggulangi dampak bencana kekeringan ini,” pungkasnya.



















