Putaran Terakhir Kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2024 Bakal Digelar di Klemuk Bike Park Batu

Putaran Terakhir Kejuaraan 76 Indonesian Downhill 2024 Bakal Digelar di Klemuk Bike Park Batu
Aksi Rider dalam 76 Indonesian Downhill 2023 di Ternadi Bike Park, Kudus. (istimewa)

Batu, SEJAHTERA.CO – Kejuaraan balap sepeda downhill prestisius 76 Indonesian Downhill 2024 bakal segera memasuki putaran terakhirnya. Setelah seri perdana di Klangon Bike Park Yogyakarta dan seri kedua di Ternadi Bike Park Kudus, persaingan di antara para downhiller elite makin ketat dan memanas.

Baca Juga :DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Anggur Shine Mischat Aman Dikonsumsi

Seri pamungkas yang dihelat di Klemuk Bike Park, Batu, Jawa Timur pada Sabtu-Minggu, 9-10 November 2024 mendatang, bakal jadi penentu.

Read More

Ratusan downhiller wajib mengeluarkan skill terbaiknya demi merebut tahta juara umum di trek yang kerap dijuluki sebagai “kawah candradimuka” bagi cabor balap sepeda downhill ini.

Total ada 10 kategori yang dilombakan yaitu Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth dan Women Youth.

Baca Juga :Proses Sortir Lipat Surat Suara Pilbup Ponorogo Rampung, KPU Temukan Puluhan Rusak dan Tak Layak

Penyelenggara 76 rider dalam Indonesian Downhill 2024 Klemuk Bike Park Batu , Agnes Wuisan mengatakan jika penyelenggara meyakini putaran final di Klemuk Bike Park bakal berlangsung kompetitif dan menegangkan, terutama perebutan gelar juara di kelas utama Men Elite.

“Sejak dua seri sebelumnya, persaingannya luar biasa dinamis dan terbuka. Setiap rider saling berebut poin dan bergantian memuncaki klasemen. Putaran terakhir di Batu ini yang akan jadi penentu siapa rider terbaik yang berhak menyandang gelar juara umum,” ungkap Agnes, Senin (4/11/2024).

Dikatakan jika sudah tepat menunjuk Klemuk Bike Park sebagai lokasi putaran terakhir. Sebab trek yang terletak di kawasan Lereng Gunung Kawi dan Gunung Arjuna ini memang sudah banyak melahirkan banyak atlet downhill nasional.

Baca Juga :Cegah Pencemaran Emisi, Dishub Tulungagung Kembangkan Becak Listrik, Bakal Dijadikan Moda Transportasi Umum di Kota Marmer

Lintasan di Klemuk Bike Park juga dikenal “angker” di kalangan downhiller, lantaran memiliki banyak section curam dan mampu memompa adrenalin hingga titik tertinggi.

Secara teknis trek di Klemuk Bike Park memiliki panjang 1,2 kilometer dengan elevasi sekitar 300 kaki dari titik start hingga ke garis finish.

“Dengan jarak sependek itu dan elevasi setinggi itu, maka secara garis besar lintasannya didominasi section yang curam. Bahkan lebih curam dibandingkan dua seri sebelumnya. Ini jelas menjadi tantangan besar bagi para rider dan menuntut skill yang berbeda untuk bisa jadi juara di sini,” jelas Agnes.

Baca Juga :Dialog Bersama Warga, Maidi Beberkan IPM yang Terus Naik Selama Kepemimpinannya

Ia menambahkan persaingan di seri terakhir ini juga bakal makin menarik lantaran sejumlah rider dari mancanegara juga telah mengonfirmasi akan ikut bersaing di kelas Men Elite.

“Dengan persaingan yang sangat ketat untuk titel juara umum di seri terakhir ini, kami optimis dan berharap race kali ini akan menjadi klimaks yang ditunggu-tunggu bagi semua penggemar downhill,” tambahnya.

Perebutan poin di Men Elite Persaingan sengit dipastikan terjadi di kelas Men Elite. Dengan regulasi hanya Top 15 downhiller dari sesi Seeding Run yang melanjutkan langkah ke Final Run, akan menambah panas jalannya lomba.

Ditambah lagi dengan ancaman dari kehadiran rider-rider mancanegara, bakal memberikan tekanan baru dan berbeda di seri terakhir ini.

Baca Juga :KAI DAOP 7 Madiun Hadirkan Terintegrasi dengan Bandara Adisumarmo Solo

Klasemen di kategori Men Elite saat ini masih dipuncaki Rendy Varera Sanjaya dengan total 390 poin. Membuntuti di urutan kedua Agung Prio Apriliano dengan 290 poin.

Terpaut tipis, ada Andy Prayoga di posisi ketiga dengan 274 poin dan M. Abdul Hakim alias Jambol dengan 258 poin. Secara kalkulasi, dengan 300 poin maksimal yang bisa didapatkan di seri terakhir, maka gelar juara umum masih sangat terbuka.

Menghadapi situasi ini, mentalitas kuat ditunjukkan Agung Prio Apriliano. Downhiller dari Team D-One Factory ini percaya diri untuk bisa menggeser Rendy dari puncak klasemen dan merebut gelar juara umum.

Baca Juga :Pemotor Kediri Tewas Tertabrak Grand Max

Hasil kurang memuaskan pada seri kedua di Kudus sebelumnya justru menjadi lecutan motivasi untuk melakukan persiapan yang jauh lebih baik.

“Memang tidak mudah bersaing di top 5 men elite. Tapi saya masih haus kemenangan dan akan berjuang untuk meraih kemenangan dan poin paling maksimal di seri final nanti,” ujarnya.

Tantangan berat di Klemuk Bike Park juga sudah diantisipasi atlet kelahiran Kediri ini dengan meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan setting sepeda untuk berbagai kondisi cuaca.

Baca Juga :Dua Hari, Dua Pelajar Tewas Kecalakaan di Tulungagung

“Karakter Klemuk ini sangat curam, banyak tikungan, dan kecepatan tinggi. Tantangannya adalah kita harus melaju kencang dan tidak boleh melakukan kesalahan atau koreksi sedikit pun. Saya sudah menyiapkan setting sepeda dan pilihan ban yang lebih sesuai. Semoga hasilnya bisa maksimal,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *