Kediri, SEJAHTERA.CO – Sejumlah warga yang tergabung dalam LSM Aliansi Rakyat Bersatu (Ratu) Kediri Selasa (6/5/2025) siang mendatangi Pemkab Kediri. Mereka menanyakan kejelasan mangkraknya ratusan sentra PKL yang dibangun sejak tahun 2021.
Pembangunan sentra PKL tersebut habiskan anggaran Rp9 miliar, dan anggaran tidak sedikit. Selain orasi, peserta aksi juga membakar ban.
Syaiful Iskak Ketua Ratu Kediri menyesalkan langkah Pemkab Kediri yang membangun kios tersebut tanpa ada konsep dan perencanaan yang matang dan maksimal.
Sehingga sejauh ini belum bisa digunakan dan relokasi belum dilakukan karena PKL menganggap lokasi terlalu jauh.
“Anggaran Rp9 miliar tidak sedikit dan sejauh ini bangunan tersebut belum ada ketermanfaatannya. Harusnya ada komunikasi dengan PKL lebih sering sehingga pembangunan sentra PKL arahnya jelas dan bisa difungsikan dengan baik,” ujarnya.
Selanjutnya perwakilan massa melakukan mediasi dengan bagian perekonomian dan Dinas Perkim Kabupaten Kediri.



















