Kediri, SEJAHTERA.CO – Persik Kediri memperkenalkan jersey ketiga sebagai kostum tempur untuk kompetisi Super League musim 2025/2026. Mengusung dominasi warna merah muda (pink), jersey ini sarat makna budaya dan identitas lokal Kota Kediri.
Motif utama jersey terinspirasi dari tenun ikat Bandar Kidul, wastra khas Kediri yang telah berkembang selama puluhan tahun dan kini merambah pasar nasional hingga internasional.
Motif tersebut memberikan kesan tekstur yang kuat dan tegas, sekaligus menghadirkan nuansa elegan pada balutan modern.
Bagi masyarakat Kediri, tenun ikat Bandar Kidul bukan sekadar kain, melainkan representasi ketelitian, keteguhan semangat, serta kearifan lokal yang terus dilestarikan para perajin.
Baca Juga :Casper FC Jombang: 17 Tahun Menyalakan Semangat Futsal Lintas Generasi
Dengan memasukkannya ke dalam desain jersey, tim berjuluk Macan Putih ini menegaskan bahwa modernitas tidak meninggalkan akar budaya, justru budaya menjadi pondasi untuk melangkah lebih jauh.
Secara desain, jersey ini dilengkapi aksen garis tipis merah marun pada kerah dan ujung lengan. Di dada kiri, tersemat logo klub berbentuk perisai dengan simbol khas dan dua bintang di atasnya, menandai sejarah emas Persik Kediri yang dua kali menjuarai Liga Indonesia.
Seluruh detail, termasuk logo sponsor, diselaraskan dengan warna utama agar harmonis dengan konsep desain.
Baca Juga :Identitas Korban Mutilasi Pacet Terungkap, Warga Lamongan Berduka
Secara keseluruhan, jersey ini memadukan identitas klub, kekhasan budaya Kediri melalui tenun ikat Bandar Kidul, dan sentuhan modernitas yang memperkuat karakter Persik di kancah sepak bola nasional.



















