Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebuah rumah di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung ludes terbakar pada Senin (19/8/2024). Penyebabnya diduga korsleting listrik. Kerugian senilai Rp 100 juta.
Baca Juga : Tonton Karnaval di Kabupaten Nganjuk, Warga Dapat 3.500 Porsi Bakso Gratis, Ini Kata Kades Kepel Ngetos
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Pada saat itu, pemilik rumah tersebut yakni Heri Firmansyah mendapati adanya api dari dalam kamar depan rumahnya.
Mendapati hal itu, Heri kemudian meminta pertolongan warga setempat untuk membantu proses pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Selain itu, warga kemudian juga melaporkan kejadian itu ke petugas Damkar Tulungagung untuk membantu proses pemadaman pada rumah korban.
Baca Juga : Pendaftaran CPNS Dibuka, Butuhkan 323 Formasi, Ini Kata Kepala BKPDSM Kabupaten Ponorogo
“Kami baru menerima laporan terjadinya kebakaran di Desa Besole Kecamatan Besuki sekitar pukul 14.15 WIB,” kata Artista Nindya Putra, Senin (19/8/2024).
Setelah menerima laporan itu, ungkap Artista, sekitar pukul 13.20 WIB petugas bergegas menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) setelah mempersiapkan peralatan. Diketahui, petugas Damkar Tulungagung sendiri membawa satu armada mobil damkar dan dua truk tangki suplai air saat menuju TKK.
Petugas baru tiba di TKK sekitar pukul 13.50 WIB yang mana kemudian, petugas segera melakukan proses pemadaman terhadap bangunan rumah yang terbakar. Diketahui, pada saat petugas tiba di TKK, kondisi rumah korban sudah terbakar seluruhnya dan hanya menyisakan beberapa puing yang masih berdiri.
Baca Juga : Warga Kelurahan Mangunsuman Nekat Curi Velg Mobil, Ini Kronologinya
“Saat kami tiba, apinya sudah sangat besar dan membakar seluruh bagian rumah korban. Beberapa puing bangunan juga sudah roboh, terutama bagian atap,” ungkapnya.
Proses pemadamanya sendiri, jelas Artista, berlangsung cukup lama dimana api baru benar-benar bisa dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan sekitar pukul 15.15 WIB. Lamanya proses pemadaman dikarenakan api sudah sangat membesar, dan banyak barang yang mudah terbakar di dalam rumah milik korban.
Baca Juga : Klenteng Boo Hway Bio Jombang, Gelar Sembahyang Rebutan, Tradisi Penting dalam Budaya Tionghoa
Selain itu, petugas juga mengalami kesulitan yang lain dimana lokasi kejadian kebakaran sangat jauh dengan jarak kurang lebih 28 kilometer (KM), sehingga saat petugas tiba, api sudah membakar seluruh bangunan rumah. Akibat kejadian ini, korban terpaksa mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.
“Kami menghimbau agar masyarakat memastikan instalasi listrik di rumahnya sesuai standar, dimana proses instalasi harus dilakukan oleh ahlinya,” pungkasnya.



















