Santri Kediri yang Terseret Ombak Pantai Pangi Ditemukan Meninggal di Tebing Pantai Umbulwaru

Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah santriwati pondok pesantren asal Kediri yang meninggal terseret ombak Pantai Pangi Blitar.
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah santriwati pondok pesantren asal Kediri yang meninggal terseret ombak Pantai Pangi Blitar. (sumber foto: bpbd)

Blitar,  SEJAHTERA.CO – Setelah enam hari pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan Mariam Haira (9), santriwati asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sela-sela tebing pantai.

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Polisi di Blitar Turun Tangan Dampingi Petani

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pencarian yang dilakukan selama hampir sepekan akhirnya membuahkan hasil. Korban yang merupakan santriwati salah satu pondok pesantren Al-Qur’an di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, ditemukan pada hari keenam operasi pencarian.

Read More

“Iya, perjuangan akhirnya membuahkan hasil. Korban kecelakaan laut sudah ditemukan,” katanya, Selasa (16/6/2026).

Wahyudi menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 14.51 WIB di kawasan tebing Pantai Umbulwaru, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan, korban berada di area batu karang dalam kondisi meninggal dunia.

Lokasi penemuan korban berjarak lebih dari empat kilometer dari Pantai Pangi, lokasi awal korban terseret ombak. Setelah menerima informasi adanya tanda-tanda keberadaan korban, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Begitu ada informasi korban ditemukan, kami langsung berkoordinasi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang harus dilalui berupa tebing curam dan jauh dari permukiman warga. Setelah dimasukkan ke dalam kantong jenazah, korban dievakuasi menggunakan tali untuk diangkat ke atas tebing.

Petugas juga menggunakan bambu sebagai penyangga tambahan guna memastikan kantong jenazah tetap aman selama proses pengangkatan.

Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Polisi di Blitar Turun Tangan Dampingi Petani

“Evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kemiringan tebing cukup tajam. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Mardi Waluyo sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang berlangsung selama enam hari resmi dihentikan. Sebelumnya, tim gabungan berencana melakukan evaluasi apabila hingga hari ketujuh korban belum ditemukan.

“Karena korban berhasil ditemukan pada hari keenam, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh rangkaian pencarian dinyatakan selesai,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan outing class yang diikuti santri dari salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berakhir duka. Saat berwisata di Pantai Pangi pada Kamis (11/6/2026), tiga santri terseret ombak Pantai Selatan.

Dua korban, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil menyelamatkan diri setelah berenang ke tepi pantai dan mendapat pertolongan dari warga serta nelayan setempat. Sementara Mariam Haira (9) hilang terseret ombak hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah enam hari pencarian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *