Sapi Kurban Presiden Bernama Fajar Dibeli Rp132 Juta dari Peternak Tulungagung

Sapi bernama Fajar milik peternak asal Tulungagung dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban bagi masyarakat Tulungagung.
Sapi bernama Fajar milik peternak asal Tulungagung yang dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban bagi masyarakat Tulungagung.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sapi kurban bantuan presiden (Banpres) yang dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, ternyata dibanderol dengan harga fantastis. Sapi bernama “Fajar” itu dibeli seharga Rp132 juta untuk hewan kurban Presiden pada Hari Raya Idul Adha 2026.

Baca juga:Sapi Kurban Prabowo Diserahkan ke Takmir Masjid di Boyolangu Tulungagung

Pemilik Peternakan Gembala 82, Saiful Anam, mengatakan awalnya ia mendapat informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mencari sapi kurban. Mengetahui hal tersebut, ia kemudian menghubungi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung untuk menawarkan sapi miliknya.

Read More

Tak lama kemudian, petugas DPKH Tulungagung melakukan survei dan menyeleksi sapi yang diajukan. Sapi bernama “Fajar” miliknya akhirnya terpilih bersama dua sapi lain asal Tulungagung untuk diajukan sebagai kandidat sapi kurban presiden.

Setelah melalui proses seleksi, “Fajar” ditetapkan sebagai sapi kurban bantuan presiden. Saiful kemudian dihubungi pihak Sekretariat Negara (Setneg) untuk melakukan negosiasi harga.

“Kemarin saya dihubungi Setneg untuk melakukan negosiasi harga sapi yang akan dijadikan hewan kurban bantuan presiden,” kata Saiful Anam, Rabu (27/5/2026).

Ia mengaku proses negosiasi berjalan lancar dan tidak berlangsung alot. Awalnya, ia menawarkan harga Rp150 juta, namun akhirnya disepakati Rp132 juta.

Menurut Saiful, hasil penjualan sapi tersebut akan digunakan sebagai modal untuk membeli dan mengembangkan sapi-sapi baru di peternakannya. Selama ini, usahanya memang berfokus pada pembiakan dan pembesaran sapi jumbo dengan bobot lebih dari 1 ton.

Baca juga:Pabrik Gula Merah di Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

“Harga segitu masih memberikan keuntungan. Kami memang fokus pada pengembangbiakan dan pembesaran sapi jumbo. Uang hasil penjualan ini nantinya juga dipakai sebagai modal usaha lagi,” ujarnya.

Selain menjual sapi jumbo, Saiful juga menyediakan sapi kurban dengan bobot di bawah 400 kilogram. Pada Idul Adha tahun ini, penjualan hewan kurban di peternakannya mengalami peningkatan signifikan.

Ia menyebut telah menjual sekitar 100 ekor sapi, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 50 ekor sapi. Untuk sapi kurban reguler, harga rata-rata berkisar Rp25 juta per ekor.

“Kalau sapi kurban biasa, sekarang di peternakan saya tinggal dua ekor. Tahun ini memang laku keras,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *