Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sehari usai dilantik pada 20 Februari 2025 mendatang, ratusan kepala daerah terpilih hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun lalu bakal mengikuti wajib militer (wamil) di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Tak terkecuali Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko – Lisdyarita akan bersama-sama digembleng di sekolah militer bersama 505 kepala daerah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kang Giri sapaannya mengaku senang dan terhormat bisa melaksanakan wamil usai dilantik. Menurutnya hal tersebut mampu menumbuhkan rasa nasionalisme serta kedisiplinan.
“Saya mendukung gembira dan senang bisa refresh bersama bupati seluruh Indonesia, dan saya siap,” ungkap Sugiri Sancoko, kepada koranmemo.com, Kamis (13/2/2025).
Sugiri mengatakan tidak ada persiapan khususnya, ia menyebut jika sudah terbiasa dengan situasi pendidikan militer. Sebab, dirinya sempat beberapa kali mengikuti pendidikan kilat (diklat) semi militer. Ditambah ia kerap berolahraga paling tidak seminggu sekali.
“Saya hampir setiap minggu ikut lari, ditambah push-up apalagi pernah ikut diklat Banser lalu waktu muda pernah ikut gerakan pramuka, jadi mirip-mirip lah,” ucapnya sambil berkelakar.
Baca Juga :Bayi Ditelantarkan di Rombong Jenang Diserahkan PPSAB Sidoarjo
Disinggung soal bermukim di asrama akmil selama seminggu, dirinya juga tidak mempermasalahkannya. Pun, persiapan yang dilakukan dengan berolahraga sudah cukup dengan situasi wamil.
“Yang jelas fisik dan mental, saya ini selalu berolahraga bersama pak kapolres dan pak dandim, itu mentor saya jadi gak bakalan kaget,” tutupnya sambil tertawa.
Sekadar informasi, dalam wamil tersebut kepala daerah akan mendapatkan pembekalan mengenai tugas pokok dan fungsi mereka pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Selain itu juga diberikan materi mengenai program Asta Cita yang akan dipaparkan oleh para menteri, serta pembekalan dari Lembaga Ketahanan Nasional.
Baca Juga :Gadaikan Mobil Rental, Perempuan Dijebloskan Penjara
Di luar itu, akan ada sesi khusus dari Kementerian Keuangan terkait pemahaman efisiensi anggaran, serta peran pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi tersebut. Termasuk materi pendidikan militer seperti kedisiplinan serta bela negara.



















