Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Masyarakat Kabupaten Trenggalek diminta waspada akan ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab saat musim hujan, penyakit DBD itu cenderung mengalami lonjakan. Setidaknya sebanyak 1.071 warga Trenggalek dilaporkan terjangkit penyakit itu rentang waktu 2024.
Baca Juga :Kompetisi Liga 4, Dua Tim Asal Kediri Menang Telak
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto mengatakan, angka kasus DBD pada tahun 2024 mengalami lonjakan drastis. Padahal tahun sebelumnya, 2023, angka DBD di Trenggalek hanya sekitar 129 kasus.
“Memang tahun kemarin terjadi lonjakan kasus karena siklus lima tahunan, sama seperti tahun 2019,” kata Sunarto, Rabu (8/1/2024).
Dari 22 puskesmas yang ada, Puskesmas Karanganyar menempati urutan pertama kasus tertinggi dengan jumlah 79 kasus, disusul Puskesmas Karangan 78 kasus dan Puskesmas Pandean 77 kasus. Sementara untuk golongan umur, kurang dari 1 tahun sebanyak 1,59 persen, usia 1 sampai 4 tahun 3,93 persen, usia 5 sampai 14 tahun 28 persen, usia 15 sampai 44 tahun 49,44 persen dan usia 44 tahun ke atas 16,73 persen.
“Jika dilihat golongan usia, 5 sampai 44 tahun usia terbanyak. Untuk kasus terbanyak anak sekolah, dengan jumlah 460 kasus (sekitar 42 persen),” imbuhnya.
Baca Juga :Nenek di Trenggalek Tewas Saat BAB di Sungai, Begini Kronologinya
Pihaknya berharap tahun ini kasus DBD di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek tak separah tahun sebelumnya. Meskipun demikian, masyarakat diminta waspada akan kasus DBD yang biasanya terjadi peningkatan saat musim penghujan.
“Minggu pertama tahun ini ada 15 kasus per 6 Januari. Sementara minggu pertama dan kedua Januari tahun lalu masing-masing 12 kasus dan total 64 kasus pada tahun sebelumnya. Semoga tidak semelonjak tahun sebelumnya,” pungkasnya.



















