Sempat Tertunda, Penyaluran Bantuan Pangan Tulungagung Ditarget Rampung Sebelum 31 Mei 2026

Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan keterangan terkait penyaluran Banpang di Tulungagung.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulunggung, SEJAHTERA.CO – Proses penyaluran beras dan minyak goreng dalam program bantuan pangan (Banpang) di Kabupaten Tulungagung akan segera dilanjutkan setelah sempat terhenti. Perum Bulog Cabang Tulungagung optimistis penyaluran dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca juga:Jembatan Gondang I Diperbaiki, Akses Tulungagung–Trenggalek Ditutup hingga Desember 2026

Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan penyaluran sempat dihentikan karena bertepatan dengan masa panen raya. Saat itu, Bulog menghindari potensi terganggunya harga gabah yang sedang diserap dari petani.

Read More

Selain itu, kendala juga muncul dari keterbatasan karung plastik (karplas) untuk proses pengemasan ulang beras ukuran 10 kilogram, yang saat itu masih dalam tahap pengadaan oleh pemerintah pusat.

“Segera dimulai kembali, karena karung plastik sudah mulai tersedia. Insyaallah penyaluran segera kami lanjutkan,” kata Yonas, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat penyaluran dihentikan sementara, realisasi Banpang baru mencapai sekitar 30 persen dari total target 149.572 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Tulungagung. Artinya, sekitar 44.872 penerima telah menerima bantuan untuk periode Februari–Maret 2026.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 104.700 penerima atau 70 persen dari total sasaran yang belum menerima bantuan.

Meski demikian, Bulog optimistis sisa penyaluran dapat diselesaikan sebelum batas waktu pada 31 Mei 2026.

Baca juga:Jembatan Gondang I Diperbaiki, Akses Tulungagung–Trenggalek Ditutup hingga Desember 2026

“Kurang sekitar 70 persen, bulan ini kami maksimalkan agar sebelum deadline seluruh penyaluran bisa selesai,” ujarnya.

Yonas menegaskan, meskipun Bulog masih melakukan penyerapan gabah petani, proses penyaluran bantuan pangan akan tetap berjalan secara bersamaan. Ia juga memastikan bahwa distribusi Banpang tidak akan memengaruhi harga gabah di tingkat petani, yang saat ini masih relatif stabil.

Dalam program ini, setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk periode Februari dan Maret 2026, masing-masing penerima mendapatkan total 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita.

“Nantinya program SPHP beras, SPHP jagung, Banpang, hingga penyerapan gabah tetap berjalan bersamaan. Termasuk distribusi MinyaKita melalui SP2KP, dan ini tidak memengaruhi harga di pasaran,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *