Shaki Maeta Warga Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot

Shaki Maeta Warga Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot
Shaki Maeta Warga Jepang Mahasiswa Program S3 Antropologi UGM Yogyakarta di Jamasan situs Totok Kerot Pagu. (bakti/memo)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pengunjung Jamasan Situs Totok Kerot, dikejutkan hadirnya seorang wanita cantik bertubuh jangkung, berkulit bersih dan bermata sipit.

Kehadiran wanita yang membuat penasaran pengunjug Totok Kerot akhirnya terjawab, setelah ia memperkenalkan diri bernama Shaki Maeta (26) warga negara Jepang yang sudah satu tahun tinggal di Indonesia tepatnya di Yogyakarta.

Shaki mengatakan, saat ini ia menempuh program S3 Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Read More

Ia sengaja datang ke Kediri untuk melihat secara langsung prosesi jamasan situs Totok Kerot yang bersejarah dan berpengaruh besar pada perkembangan sejarah dan budaya Kabupaten Kediri.

“Saya tertarik dengan cerita situs Totok Kerot ini dan datang ke Kediri untuk melihat secara langsung prosesi siraman atau jamasan Totok Kerot yang digelar pada bulan Suro dan bulan keramat bagi orang Jawa. Sangat sakral saat dilakukan jamasan denga aroma dupa yang menyeruak sekitar lokasi,” katanya, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga :Pohon Beringin Keramat di Kuburan Ngasem Terbakar

Shaki menilai warga Kediri sangat menghormati, menghargai dan menjunjung nilai nilai sejarah budaya besar Kabupaten Kediri.

Sehingga keagungan benda benda purbakala di Kediri dipelihara dengan intens dan seksama. Kepedulian melestarikan sejarah peninggalan leluhur yang dikagumi Shaki.

“Warga Kediri sangat santun dan hormat pada tradisi budayanya. Saya sempat mendapatkan kehormatan untuk ikuti siraman atau Jamasan situs Totok Keras sebagai warisan budaya leluhur yang bernilai sejarah tinggi ini,” ujarnya.

Saat prosesi Jamasan, Shaki mengikuti petunjuk juru pelihara (jupel) senior Kabupaten Kediri.

Ia lakukan sembah sebagai bentuk hormat kepada peninggalan sejarah itu seperti tokoh lainya yang juga melakukan sembah.

Baca Juga :Puluhan Siswa Resmi Ditetapkan jadi Peserta Didik Sekolah Rakyat Ponorogo, Siap Berasrama di Madiun

Selanjutnya Shaki mengguyur dengan air tujuh sumber dan sudah bercampur dengan kembang sebanyak tiga kali.

Usai siraman jamasan, Shaki kembali sembah dan usai sembah Shaki kembali ke tempat duduknya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *