Kediri, SEJAHTERA.CO – Kondisi kedua korban keracunan satu keluarga di Dusun Sumberejo Desa Manggis, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri mulai menunjukkan perkembangan walaupun salah satu pasien sempat mengalami penurunan.
Baca Juga :UMK 2025 Naik Jadi 6,5 Persen, APINDO Tulungagung Minta Pengkajian Ulang
Hal itu disampaikan langsung Direktur RS Simpang Lima Gumul (SLG), dr. Tony Widyanto. Dia mengatakan, perawatan intensif terus dilakukan untuk memastikan kondisi pasien stabil. Memasuki hari keempat ini, pasien atas nama Danang sudah mulai membaik dan bisa diajak bicara.
Sedangkan, kondisi istrinya Minatun yang sebelumnya membaik mengalami sedikit menurun.
“Kami terus memantau dan mengevaluasi fisiknya dengan harapan kondisinya semakin membaik,” jelasnya, Senin (16/12/2024).
Tony menuturkan, sejauh ini pihak rumah sakit telah menangani pasien sesuai protokol penanganan keracunan, termasuk tindakan cuci lambung saat pertama kali pasien dibawa ke rumah sakit.
Menurutnya, pasien sempat mengalami kejang pada saat datang, tetapi dapat segera tertangani dan hari kedua kondisinya membaik.
Dalam proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) telah menyiapkan tim
Baca Juga :Pendopo Agung Ponorogo jadi Pengungsian Banjir, Sugiri Sancoko: Kami Cukupi Kebutuhan Dasar
pendampingan psikologis untuk membantu korban dan keluarganya pulih secara menyeluruh.
“Pemkab Kediri telah menyiapkan tim psikolog untuk mendampingi korban. Pendampingan ini penting agar korban bisa pulih, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental,” ucapnya.
Dalam peristiwa itu, anak sulung keluarga korban berhasil selamat setelah diduga hanya mengonsumsi sedikit racun dan langsung memuntahkannya.
Setelah menjalani observasi di rumah sakit, anak tersebut dinyatakan bebas dari tanda-tanda keracunan dan kini telah dipulangkan ke keluarganya sejak hari pertama kejadian.
Baca Juga :Wamen UMKM Optimis Kota Batu Jadi Sentral Wisata Nasional
“Anak sulung tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan saat observasi. Kami berharap pemulihan psikologisnya dapat berjalan cepat,” tambah dr. Tony.
Saat ini, kedua orang tua korban masih dalam pengawasan ketat dari Polres Kediri. Penjagaan dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan tetap berjalan lancar mengingat insiden ini diduga sebagai kasus percobaan bunuh diri yang melibatkan pestisida.
Baca Juga :Sembilan Desa di Kabupaten Trenggalek Dilanda Banjir, Sebanyak 12.532 Warga Terdampak
“Untuk jenis racunnya, kami menduga sejenis pestisida. Namun, detailnya akan dijelaskan oleh pihak kepolisian setelah hasil laboratorium selesai. Kami fokus pada stabilisasi kondisi fisik pasien,” ungkap Direktur RS Simpang Lima Gumul (SLG).



















