Kediri, SEJAHTERA.CO – Persedikab Kediri gagal lolos ke babak 16 besar meskipun menahan imbang 1-1 melawan NZR Sumbersari di babak 32 besar Liga 3 Nasional beberapa hari lalu. Hasil tersebut juga membuat target untuk naik kasta ke kompetisi Liga 2 musim depan pupus.
Kegagalan yang diraih tim berjuluk Bledug Kelud itu membuat Bupati Kediri sekaligus Ketua Umum Persedikab Kediri Hanindito Himawan Pramana angkat bicara.
Saat ditanyai mengenai kegagalan tersebut, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito itu akan melakukan evaluasi terhadap manajemen.
“Evaluasi pasti. tim bola itu juara satu dan tidak juara ada evaluasi,” jelasnya saat ditemui usai membagikan sertifikat program PTSL di Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten, Senin (20/5/2024).
Walaupun hasil yang diraih Eka Sama Adi Prasetya dan kawan-kawan jauh dari harapan, Mas Dhito menyebut, Persedikab di kompetisi musim ini sudah berjuang maksimal meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan atau target yang telah ditentukan.
Namun, dia sebagai ketua umum dan pemilik tim berjuluk Bledug Kelud itu masih optimis dan yakin Persedikab akan lebih baik di kompetisi Liga 3 musim depan.
“Saya yakin tim ini (Persedikab) bisa naik kasta ke kompetisi Liga 2 musim-musim depan (2025),” tuturnya.
Muslim Habibi yang ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Persedikab musim ini telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan usai pertandingan melawan NZR Sumbersari.
Dia merasa gagal karena target yang dibebankan manajemen yakni naik kasta ke Liga 2 tidak dapat diraih di musim ini.
Ditanya mengenai apakah sudah ada pelatih kepala Persedikab untuk musim depan, Bupati Kediri masih belum memberikan jawab. “Itu nanti ya. Kita pikir nanti,” pungkas Mas Dhito.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















