Tanah Longsor di Wonosalam Timbun Empat Rumah, Dua Orang Hilang

Tanah Longsor di Wonosalam Timbun Empat Rumah, Dua Orang Hilang
Petugas gabungan tengah melakukan evakuasi di lokasi longsor Dukuh Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Empat rumah dilaporkan rusak berat akibat material longsor. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Empat rumah di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, rusak berat akibat tanah longsor yang terjadi pada Kamis (23/1/2025) pagi.

Baca Juga :Waspada… Sebaran PMK Meluas di Seluruh Wilayah Kecamatan di Kabupaten Kediri

Peristiwa tanah longsor ini diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (22/1/2025) malam hingga dini hari.

Read More

Camat Wonosalam, Haris Aminudin, mengonfirmasi kejadian bencana tanah longsor tersebut. Dua orang korban masih dalam pencarian, sementara dua lainnya telah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

“Iya, ada longsor di Dukuh Banturejo. Dua orang masih dalam proses pencarian, dan dua orang lainnya sudah dievakuasi ke rumah sakit,” jelas Haris.

Baca Juga :Ponorogo Mulai Dilirik Pemodal, Nilai Investasi Selama 2024 Tembus Rp360 Miliar, ini Sektor Berpengaruh

Longsor yang terjadi sekitar pukul 05.15 WIB ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengakibatkan tiang listrik roboh di lokasi. Menurut laporan Tim Tagana, kejadian tersebut disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 18.20 WIB hingga Kamis dini hari.

Sebelumnya, wilayah Dusun Sumberlamong di desa yang sama juga mengalami tanah gerak dengan pergeseran tanah mencapai 30 centimeter.

Anggota Tagana Jombang, Eko Tri Asmoro, yang berada di lokasi, menyebut bahwa empat rumah mengalami kerusakan berat akibat longsor, sementara beberapa rumah lainnya terdampak ringan.

Baca Juga :Pj Walikota Batu Ingatkan Kesadaran Masyarakat Buang Sampah

Total 1669 jiwa dari 474 kepala keluarga terdampak dalam insiden ini. “Hujan deras di wilayah pegunungan Sambirejo ini memang cukup ekstrem. Longsor terjadi akibat tanah yang jenuh air,” ungkapnya.

Sejumlah pihak, seperti Tagana, BPBD Kabupaten Jombang, perangkat desa, polsek, koramil, dan relawan, telah diterjunkan untuk membantu evakuasi korban dan penanganan di lokasi. Hingga kini, tim masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang hilang.

Baca Juga :Produksi Ikan Air Tawar Meningkat Drastis, Ini Data Dinas Perikanan Kabupaten Kediri

Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat wilayah Wonosalam merupakan daerah rawan longsor terutama saat curah hujan tinggi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *