Kediri, SEJAHTERA.CO – Tanggul Sungai Bendomongal di Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri yang jebol Senin (11/11/2024) sepanjang 10 . meter, tebal 3 meter, dan ketinggian 3 meter.
Baca Juga :Ratusan Lansia di Blitar Dapat Rezeki Nomplok Uang Rp500 Ribu
Jebolnya tanggul Sungai Bendomongal itu disebabkan luapan air hujan deras selama tiga jam, dan sampah barongan ori yang menyumbat dam. Hingga akhirnya meluap dan air melompat hingga menggerus tanggul.
Akibat dari peristiwa ini air mengalir deras menggenangi rumah warga, dan baru surut Selasa (12/11/2024) sekitar pukul 02.00 dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Terkait hal ini Pemkab Kediri dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Kediri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri turun langsung dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sampah yang menyumbat aliran air di dam.
Andri Eko Prasetyo Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) menyampaikan, saat ini tanggul yang jebol akan diperbaiki secepatnya. Untuk sementara disiapkan sesek 7 lembar, karung berisi pasir 750 lembar, terpal jumbo 2 lembar, dan patok besar 14 buah.
“Tahap berikutnya kita perkuat tanggul ini dengan cor beton dan di sisi sebelah barat juga dilakukan hal yang sama. Untuk pengerukan sampah barongan ori satu hari selesai dan perbaikan tanggul ini untuk antisipasi cegah banjir susulan,” ujarnya, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga :Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Oknum KPPS Tidak Netral, Berfoto dengan Pose Jari
Sementara itu, Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri mengatakan untuk penanganan tanggul jebol akibat luapan air ini, pihaknya berkoordinasi lintas instansi dan bergotong-royong bersihkan material yang tutupi jalan akibat jebolnya tanggul.
“Ada 2 RT yang terdampak banjir akibat tanggul jebol ini masing-masing RT 07/RW O4 , RT 08, RW 04, dan total rumah yang alami rusak ringan, sedang dan berat ada 120 rumah,” katanya.
Baca Juga :Pilkada Serentak 2024, Kader Nasdem Kediri Nyatakan Tegak Lurus
Rumah warga yang terdampak kerusakannya di antaranya rumah Karjio, Sarni, Supiatin,Yahni Surateman,Sukini Ajis,Mujiem Mujiati, Mukini, Tirah, Bani, Dwiyani, Katijan, Widodo, Suminto, Muhaimin, Purnomo, Samuji.



















