Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Suasana haru dan bahagia tengah menyelimuti pasangan kekasih Rizki Wijaya Putra asal Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dan Desy Umi Lutviana warga Desa Nambang Rejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.
Di tengah keterbatasan, pasangan tersebut melangsungkan akad nikah di Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiah Ponorogo. Hal ini karena sang mempelai wanita harus menjalani perawatan intensif karena mengalami sesak napas.
“Bahagia tetap, walau sakit sesak napas sejak. Jumat lalu. Memang sudah direncanakan hari untuk akad nikah,” ungkap Desy Umi Lutviana, kepada sejumlah wartawan. Senin (2/6/2025).
Desy mengaku tetap melaksanakan akad nikah meski dalam kondisi perawatan. Sebab, hari baik sudah ditentukan dan tidak bisa diundur. Selain itu suaminya harus segera kembali ke Jepang untuk menjadi pekerja migran Indonesia (PMI).
Baca Juga :Viral di Facebook, Rumah Tak Layak Huni Warga Mayangan Mulai Dapat Perhatian
“Memang pas pulang, suami saya cuma cuti 1,5 bulan habis itu berangkat lagi,” tegasnya.
Sang suami, Rizki Wijaya Putra mempersunting Desy Umi Lutviana dengan mahar 8 gram emas dan mata uang Jepang sebesar 20.824 yen. Ia menuturkan sejatinya akad nikah akan dilaksanakan di KUA Kecamatan Sukorejo.
“Memang maharnya sesuai pertama kali bertemu. Harus hari ini, memang awalnya di KUA tapi karena sakit akhirnya di rumah sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Humas RSU Aisyah Ponorogo, Arbain menjelaskan jika pihaknya mendapatkan informasi akad nikah pada Minggu (1/5/2025) malam.
Pasien atas nama Desy Umi Lutviana masuk ke ruang ICU pada Jumat lalu, karena mengalami kesadaran menurun. Namun, pada Sabtu sore kondisi yang bersangkutan membaik dan dipindahkan ke rumah rawat inap.
Baca Juga :Ratusan Barang Bukti Hasil Razia Dimusnahkan Lapas Kediri, Ada Senjata Tajam hingga Ratusan Ponsel
“Keluhan awal sesak dan kesadaran menurun, awalnya di ICU tapi sudah membaik dan dipindah ke ruang rawat inap,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan memberikan perlakuan khusus dengan pantauan langsung oleh dokter. Selain itu, pasien juga dipindahkan ke ruang VIP agar dalam proses akad nikah berjalan lebih nyaman dan tidak mengganggu pasien lain.
“Ya memang kita pindah agar ruangannya agar nyaman karena akan melangsungkan akad nikah, tapi tetap kita observasi dengan kondisi terpasang infus,” pungkasnya.



















