Jombang, SEJAHTERA.CO – Nasib tragis menimpa Adi Priyanto (28), warga Dusun Jarak, Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Ia meninggal dunia usai tersambar petir saat berada di area persawahan pada Minggu (1/6/2025) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di persawahan Dusun Santren, Desa Jarak Kulon. Saat kejadian, korban berada di sawah bersama ibunya, Jamilatun (65).
Menurut keterangan, ibunya sempat mengajak korban untuk berteduh karena cuaca mulai mendung dan gerimis turun.
Baca Juga :Kapolres Lamongan Beri Arahan Tegas Kepada Pemuda Konvoi, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
“Ibu korban sudah mengingatkan untuk berteduh karena cuaca mulai tidak bersahabat. Tapi korban memutuskan tetap berada di sawah. Tak lama kemudian terdengar suara petir yang cukup keras,” ujar Kapolsek Jogoroto, AKP M Djulan, dalam keterangannya, Senin pagi (2/6/2025).
Setelah kilat menyambar, sang ibu melihat ada orang terpelanting di sekitar sawah dan langsung panik. Ia kemudian bergegas pulang karena ketakutan.
Sementara itu, saksi bernama Sutrisno (67), yang sedang berada di sekitar lokasi, melihat korban tersambar petir dan jatuh ke sebuah kali kecil selebar satu meter.
Karena takut dan sendirian, Sutrisno kemudian lari menuju Dusun Santren untuk meminta pertolongan warga. Tak lama, lima orang warga datang ke lokasi dan menemukan korban sudah dalam posisi telentang tanpa nyawa di aliran kali kecil dekat sawah.
Jenazah korban lalu dibawa pulang ke rumah duka. Pihak kepolisian yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, hanya luka bakar akibat sambaran petir.
“Korban murni meninggal karena musibah alam, yakni tersambar petir. Kami imbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan disertai petir,” pungkas Djulan.



















