Tokoh Ulama dan Gawagis Deklarasi Dukungan Mas Dhito-Mbak Dewi

Tokoh Ulama dan Gawagis Deklarasi Dukungan Mas Dhito-Mbak Dewi
silaturahmi tokoh ulama dan Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di salah satu hotel di Kota Kediri.(rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Tokoh ulama dan gawagis mendukung Pasangan Calon Bupati (Cabup) Kediri Hanindhito Himawan Pramana – Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kediri Dewi Mariya Ulfa untuk maju dalam Pilkada 2024.

Baca Juga :Mobil Dinas Camat Sukorejo Tabrak Pengendara Motor, Kanit Gakkum Satlantas Polres Trengalek: Ini Kronologinya

Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2 itu bersama tokoh ulama dan gawagis di salah satu hotel di Kota Kediri, Senin (30/9/2024) malam.

Read More

Dalam kesempatan ini, para ulama sepakat mendukung dan meyukseskan Mas Dhito (sapaan akrab Hanindhito Himawan Pramana) dan Mbak Dewi (sapaan akrab Dewi Mariya Ulfa) untuk melanjutkan kepemimpinan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kediri pada periode 2025-2030.

Dukungannya tersebut berkaitan dengan pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyyah (Madin) yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga :Antisipasi Kerawanan Konflik, Polsek Kandat Intensifkan Patroli Kewilayahan Jelang Pilkada

“Alhamdulillah dukungan dan doa para alim, ulama, masyaikh, dan gawagis, saya jadikan vitamin untuk menjalani pilkada terutama masa kampanye ini,” ujar Mas Dhito.

Dalam silaturahmi itu, Mas Dhito membeberkan beberapa program yang sudah terlaksana di periode sebelumnya selama tiga tahun bersama wakilnya Dewi Mariya Ulfa (Mbak Dewi) melayani masyarakat Kabupaten Kediri mulai dari insentif Guru Madrasah Diniyah (Madin) maupun guru agama lainnya dengan anggaran yang dikeluarkan kurang lebih 40 miliar.

Baca Juga :Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Tiba, Pj Bupati Jombang: Momen Renungkan Nilai Gotong Royong

Sedangkan, total guru madin yang sudah mendapatkan sudah sebanyak 8.700 orang.

“Insyaallah jika saya diberikan mandat melayani masyarakat, maka total 15 ribu itu akan kita berikan insentif semuanya,” katanya.

Tidak hanya guru madin atau guru agama lainnya, lanjut dia, bantuan juga dilakukan di pondok pesantren, tempat ibadah seperti masjid, musala, maupun tempat agama lainnya. Menurut Mas Dhito, pihaknya sudah memperbaiki ponpes maupun tempat ibadah dengan anggaran mencapai 104 miliar.

Baca Juga :Santap Gurami Bakar, Puluhan Warga Selorejo Terkapar dan Mual-mual

“Selama tiga tahun, ada satu tahun Covid-19. Jadi dua tahun ini alhamdulillah kami bisa memperbaikinya (ponpes dan tempat ibadah),” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *