Tren Positif, Okupansi Hotel di Kota Batu Capai 90 Persen

Tren Positif, Okupansi Hotel di Kota Batu Capai 90 Persen

Batu, SEJAHTERA.CO – Jumlah kunjungan wisatawan selama Natal dan Tahun Baru 2024 di Kota Wisata Batu meningkat pesat. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi dan dari perkiraan perhitungan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, pembelian oleh-oleh dan masih banyak lagi.

Kepala Diskominfo Kota Batu Onny Ardianto menyampaikan dari data Dinas Pariwisata Kota Batu rata-rata pengeluaran satu orang wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu sebesar Rp 1,8 juta.

Angka tersebut didapat berdasarkan data yang diperoleh dari hasil jawaban responden wisatawan ditemukan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu adalah sebesar Rp 1,841,187.63. Di mana asumsi penghitungan menggunakan tenaga ahli dari akademisi.

Read More

“Angka tersebut dihitung dari pengeluaran harian (daily expenditure) wisatawan sebesar Rp 821,281.88. Yaitu dengan asumsi rata-rata wisatawan tinggal di Kota Batu selama 2  hari,” ujar Onny, Kamis (28/12).

Ia menjelaskan, untuk pengeluaran tersebut terbagi dalam 9 komponen pengeluaran utama dari setiap masing-masing komponen pengeluaran wisatawan. Meliputi akomodasi yang menjadi komponen yang memiliki pengeluaran harian paling tinggi dibandingkan dengan yang lain, yaitu sebesar Rp 240,335.16 atau 29,26 persen.

“Kedua dari sektor transportasi menuju Kota Batu, yaitu sebesar Rp 182,875.93 atau 22,27 persen. Ketiga pembelian suvenir sebesar Rp 157,558.30 dan keempat pembelian makan dan minum sebesar Rp 93,356.30,” bebernya.

Kemudian kelima pembelian tiket daya tarik wisata sebesar Rp 70,197.64, keenam pengeluaran transportasi lokal Rp 37,945.65. Selanjutnya pengeluaran untuk jasa lain sebesar Rp 24,258.85. Kedelapan parkir kendaraan yaitu sebesar Rp 24,281.88 dan terakhir toilet/ kamar kecil sebesar Rp 3,805.11.

“Sedangkan data jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu selama tiga hari libur Natal sekitar 325 ribu pengunjung sejak 23-25 Desember,” ungkapnya.

Perkiraan tersebut ditegaskan dengan tingkat okupansi hotel atau keterisian kamar hotel-hotel dan tamu yang berkunjung di Kota Batu selama Libur Natal 2023.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mencatat untuk reservasi kamar hotel selama libur Natal mencapai 80-90 persen.

“Di Kota Batu ini menurut data BPS, ada 10.000 kamar lebih dari seluruh tempat penginapan. Untuk okupansinya selama libur Natal rata-rata 90 persen lebih,” paparnya.

Untuk harga kamar setiap malamnya juga meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya. Setiap hotel juga rata-rata memberikan penawaran fasilitas paket kamar sekaligus gala dinner ketika pergantian tahun baru 2024.

“Untuk harga kamar saat weekday mulai dari Rp 300 ribu – Rp 2 juta. Sedangkan saat weekend atau libur panjang mulai dari Rp 600 ribu – Rp 3 juta tergantung dari fasilitas dan bintang,” tutupnya.

Reporter :Arief Juli Prabowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *