Kediri, SEJAHTERA.CO – Perubahan cuaca ekstrem di musim kemarau basah dengan intensitas hujan tinggi berpengaruh pada tanaman tembakau di Desa Jati Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.
Beberapa hari ini tanaman tembakau warga terendam air hujan seluas hampir 5 hektare, padahal usia tanaman tembakau satu bulan.
Agar tidak busuk akhirnya petani tembakau mengurasnya dengan pompa air agar lahan tanaman tembakau cepat kering.
Pola tanam tembakau memang di awal musim kemarau diantara Mei – Juni. Sedangkan bulan April biasanya, memasuki musim kemarau namun di bulan Juni hujan masih tinggi.
Baca Juga :Innalillahi, Jemaah Haji Jombang Wafat usai Selesaikan Rukun Haji di Makkah
Ariyanto (35) petani tembakau Dusun Kapur Desa Jati mengatakan, biasanya di bulan Juni ia bersama teman-temannya sudah tanam tembakau.
Namun tidak mengira kalau curah hujan masih tinggi dan air hujan menggenangi lahan tembakau. Ari optimis masih bisa panen tembakau.
“Memang diluar perkiraan kami. Bulan Juni biasanya sudah tanam satu bulan dan hujan masih tinggi menggenangi lahan tembakau kami dan saat ini sudah kering kembali. Perlunya pengeringan agar kondisi tanaman tumbuh baik,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Sukadi Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri menyampaikan, pihaknya melakukan pendataan dan pantau lokasi lahan tembakau terdampak genangan air hujan, karena saat ini intensitas tinggi.
Baca Juga :Viral, Beredar Postingan Kepala DLH Kota Malang Diduga Poligami
“Kita pantau dan data kondisi tanaman tembakau yang tergenang air hujan saat cuaca ekstrem di musim kemarau basah ini,” katanya.



















