Blitar, SEJAHTERA.CO – Pengusutan kasus dugaan korupsi Dam Kalibentak oleh kejaksaan, mendapat atensi dari sejumlah elemen. Mereka pun kompak mengirimkan bunga ucapan ke kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar.
Papan ucapan selamat itu tiba di kantor Kejari Kabupaten Blitar yang berada di Jalan Ahmad Yani Blitar pada Kamis malam. Atau sesaat setelah jaksa menahan Kepala Bidang (Kabid) Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hari Budiono.
Papan ucapan itu bertuliskan “Ubur-ubur Ikan Lele, Kecekel le.. Tertulis Kontraktor Blitar Raya”. Papan ucapan itu diletakkan di samping pintu masuk atau gerbang kejaksaan.
Ada setidaknya tiga papan yang isinya intinya memberikan dukungan kepada kejaksaan mengusut kasus dugaan korupsi Dam Kalibentak.
Baca Juga :Diancam Jemput Paksa, Kabid SDA Tersangka Korupsi Dam Kalibentak Serahkan Diri ke Kejaksaan
“Tadi tahu-tahu ada yang datang dan meletakkan papan ucapan,” kata salah satu pegawai kejaksaan.
Keberadaan papan ucapan itu setidaknya menjadi bukti jaksa mendapat dukungan dari publik soal penuntasan kasus korupsi.
Menanggapi itu, Plt Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar, Andrianto Budi Santoso, pun mengucapkan terima kasih. Pihaknya tetap komitmen dalam mengusut tuntas. “Ketika ada yang melawan hukum, siap-siap berhadapan dengan kami,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar Hari Budiono alias HB,, tersangka korupsi Dam Kalibentak Rp4,9 miliar akhirnya luluh.
HB mendatangi kejaksaan dan menjalani pemeriksaan dan akhirnya ditahan menyusul tiga rekannya yang sudah ngandang.
Baca Juga :Imbang 1-1 Lawan Pesik Kuningan, Budiardjo Thalib Pelatih Inter Kediri Soroti Keputusan Wasit
HB sendiri tiba di Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar pada Kamis sore (25/4/2024). Dia didampingi pengacaranya. Usai berjam-berjam menjalani pemeriksaan akhirnya digiring ke mobil tahanan.
Penahanan dilakukan pada Kamis malam dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan. Penanahan HB sendiri cukup menyita atensi jaksa.
Berbeda dengan tiga tersangka lain, HB tiga kali dipanggil tak datang. Bahkan jaksa pun terpaksa mendatangi rumahnya untuk digeledah. Selain menyita sejumlah dokumen, juga menyita 28 motor berbagai merek.



















