Warga Soroti Perizinan Kegiatan dalam Forum Jum’at Curhat Polsek Pesantren Kediri

Perizinan jadi sorotan di Jum’at Curhat Polsek Pesantren.
Perizinan jadi sorotan di Jum’at Curhat Polsek Pesantren, Kompol Siswandi jangan sampai kegiatan berujung chaos.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Persoalan perizinan kegiatan masyarakat menjadi sorotan dalam forum Jum’at Curhat dan analisis evaluasi (anev) kamtibmas yang digelar Polsek Pesantren di kawasan Sumber Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (21/5/2026).

Baca juga:Dinkes Kabupaten Kediri Waspada Hantavirus, Ini yang Dilakukan

Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi itu dihadiri perangkat kelurahan, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan perguruan pencak silat, hingga warga sekitar.

Read More

Forum berlangsung terbuka dan penuh antusias. Warga secara langsung menyampaikan berbagai persoalan kamtibmas di lingkungan mereka. Dari sejumlah pembahasan, perizinan kegiatan masyarakat menjadi topik paling menonjol.

Salah satu warga mempertanyakan masih adanya kegiatan keramaian maupun aktivitas kelompok tertentu yang dinilai berjalan tanpa koordinasi dan izin yang jelas, sehingga berpotensi memicu gesekan sosial hingga gangguan keamanan.

“Bagaimana langkah kepolisian terkait kegiatan keramaian yang tidak mengurus izin, dan bagaimana pengawasan terhadap aktivitas perguruan pencak silat agar tetap aman dan kondusif,” tanya seorang warga.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menegaskan bahwa izin bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Perizinan sangat penting karena menjadi dasar aparat melakukan langkah antisipasi, pengamanan, dan pemetaan potensi kerawanan. Kami tidak ingin ada kegiatan yang justru menimbulkan gangguan kamtibmas karena tidak adanya koordinasi,” tegasnya.

Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan massa wajib melalui tahapan koordinasi mulai tingkat RT/RW, deteksi dini oleh Bhabinkamtibmas, hingga pemetaan kerawanan oleh intelijen kepolisian.

“Jika kegiatan memiliki potensi kerawanan tinggi dan membutuhkan pengamanan lebih besar, tentu kami akan berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk penambahan personel,” ujarnya.

Baca juga:Wali Kota Kediri Lepas 280 CJH dari GOR Joyoboyo Menuju Asrama Haji Surabaya

Dalam forum tersebut, keberadaan perguruan pencak silat juga menjadi perhatian. Kompol Siswandi meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing provokasi.

“Perguruan silat harus menjadi wadah pembinaan karakter dan persaudaraan, bukan pemicu konflik yang meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Selain persoalan perizinan, Polsek Pesantren juga mengajak masyarakat memperkuat keamanan lingkungan melalui pemasangan CCTV di titik rawan, mengaktifkan ronda malam, serta meningkatkan pengawasan rumah kos. Pemilik kos diminta lebih selektif menerima penghuni dan aktif melaporkan identitas penghuni kepada RT maupun aparat setempat guna mencegah potensi pelanggaran hukum.

Tak hanya itu, jajaran Polsek Pesantren juga mengoptimalkan program “Sapa Pagi” melalui pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah dan titik rawan kepadatan kendaraan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat saat memulai aktivitas.

Kompol Siswandi menegaskan, sinergi antara warga, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pemerintah kelurahan menjadi kunci utama menjaga wilayah tetap aman dan kondusif.

“Segala persoalan itu bermula dari hal kecil lalu bisa menjadi besar. Maka komunikasi harus terus dijaga agar situasi tetap guyub, aman, dan kondusif,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *