Dia menjelaskan, ribuan ton alokasi pupuk subsidi itu terdiri pupuk Urea dan Phonska. Dua jenis pupuk itu adalah favorit para petani.
Jumlah ribuan ton pupuk subsidi itu rinciannya sebanyak 688 ton jenis pupuk Urea dan 3.571 pupuk jenis Phonska. “Yang jelas harganya lebih murah,” katanya.
Dia menyebut, harga pupuk bersubsidi dibanderol Rp 112.500 untuk satu sak atau 50 kilogram jenis Urea. Sementara Phonska Rp 115.000. Harga itu lebih murah dibanding dengan non subsidi yang harganya tembus Rp 380 ribu.
Jumlah pupuk yang dialokasikan disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). RDKK ini dirinci awal oleh petani yang melalui kelompok tani.
Sementara pupuk subsidi disalurkan melalui delapan kios yang tersebar di tiga kecamatan. Data menyebut jumlah lahan atau sawah di Kota Blitar seluas 988 hektare. (ziz)



















