Hingga Kamis (2/11) sore, polisi akhirnya berhasil menemukan identitas jasad pria itu melalui pengecekan sidik jari.
“Setelah diketahui, pihak keluarga dipanggil dan memang mengakui kalau itu anggota keluarganya yang hilang,” imbuh Purwo.
Dari pemeriksaan, kata Purwo, tak menemukan bekas tanda penganiayaan.
“Jadi posisi korban ini menderita depresi. Kemungkinan apakah meloncat ke brantas atau bagaimana,” lontarnya.
Pihak keluarga, juga telah mengikhlaskan kematian Eko, dan meminta jasadnya tak diotopsi. (st2/ag)
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas



















