RS Era Medika melakukan pemeriksaan dalam dengan rontgen dan diketahui tulang belakang korban mengalami bengkok. Sehingga diyakini hal itulah yang menyebabkan korban mengalami rasa nyeri pada punggungnya.
“Selama dirawat, korban sempat sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia. Karena korban tidak punya riwayat penyakit, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polres Tulungagung,” pungkasnya.
Sememtara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung Ipda Fatahillah Aslam Firmansyah mengatakan, sudah mendapat izin dari keluarga korban untuk melakukan autopsi melalui Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak.
Proses autopsi mengungkap penyebab pasti kematian pelajar yang sebelumnya mengikuti latihan pencak silat, Sabtu (18/11/2023). Setelah proses autopsi, petugas mendapati adanya beberapa luka di bagian dalam tubuh korban yang berakibat fatal.
“Proses autopsi terhadap korban sudah dilakukan, kami mendapati adanya beberapa luka pada bagian dalam tubuh korban,” kata Ipda Fatahillah Alam Firmansyah.
Berdasarkan hasil autopsi, luka dalam itu terletak pada bagian leher belakang dan rongga dada, kemudian menyebabkan korban mengalami pendarahan pada bagian rongga otak. Melalui hasil itu, pihaknya menyimpulkan jika korban tewas akibat benturan yang memicu pendarahan otak.
Sedangkan untuk pemeriksaan terhadap kamera CCTV itu, pihaknya mendapati titik terang atas kasus tewasnya pelajar tersebut. Pasalnya, pada rekaman CCTV itu terlihat jelas adanya kontak fisik antara korban dengan pelatih selama menjalani latihan pencak silat.
“Kita sudah periksa sebanyak lima orang saksi yakni dua orang pelatih dan tiga siswa pencak silat untuk mencocokkan bukti yang ada pada rekaman CCTV dengan keterangan para saksi. Hasilnya para saksi membenarkan jika ada kontak fisik,” tutupnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















