Pria yang biasa disapa Kaji Bianto tersebut menerangkan secara rinci, jika para petani menanam apel perhektar bisa ditanami 1.000 pohon, mereka bisa merugi hingga Rp 50 sampai Rp 100 juta.
“Sebab saat ini harga jual apel hanya Rp 5 ribu perkilo. Selain perawatan, harga pupuk yang terus melambung tinggi memperburuk keadaan. Terlebih, sudah banyak buah apel import yang memiliki kualitas baik membanjiri pasaran,” ujarnya.
Berbeda dengan jeruk, hasil yang didapat oleh petani lebih pasti dan mereka bisa mendapat keuntungan. Karena saat ini harga jual jeruk perkilo mencapai Rp13 ribu, setiap pohon minimal berusia 4 tahun mampu memproduksi 50 kilogram tergantung perawatan.
“Dari banyak faktor tersebut harusnya Pemkot Batu tak perlu malu jika mengganti ikon apel menjadi jeruk. Terpenting masyakarat sejahtera,” tuturnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















